Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

CIA Pekerjakan Intel di Bawah Umur

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 18 Februari 2011 16:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kementerian Luar Negeri Suriah, Kamis (17/2) waktu setempat, mengungkapkan bahwa  seorang blogger muda Suriah yang dijatuhi hukuman lima tahun penjara, Tal al-Mallouhi ternyata bekerja untuk badan intelijen AS CIA.

Sementara kelompok hak asasi Suriah mengatakan,  karena telah menyampaikan rahasia ke Amerika Serikat Mallouhi ditahan sejak Desember 2009, namun baru dijatuhi hukuman Senin lalu (13/2).

“Kami sadar akan adanya protes dan kami ingin menjelaskan hukuman ini,” kata Jurubicara Kementerian Luar Negeri Suriah, Bushra Kanafani dalam konferensi pers, merujuk pada reaksi di Barat pada keputusan tersebut.

Kanafani melanjutkan, “pada usia 15, ia direkrut oleh petugas Austria UNDOF (pasukan pengamat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditempatkan di Golan) yang meminta dia untuk pindah dengan keluarganya ke Kairo.” Di mana mereka tiba pada bulan September 2006, imbuhnya.

Di ibukota Mesir, seorang mata-mata Amerika telah memperkenalkan Mallouhi kepada para diplomat di kedutaan AS yang diduga memintanya untuk mencari informasi tentang pekerjaan misi Suriah di Kairo.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gadis muda Suriah itu kemudian diminta untuk kembali ke negara asalnya dan untuk menggali rincian tentang tahanan politik sementara menjalin hubungan dengan agen-agen keamanan dan pejabat di sana, menurut Kanafani.

Oktober lalu, surat kabar Suriah Al-Watan melaporkan bahwa Mallouhi, yang masih menjadi seorang siswa SMA pada saat penangkapan itu terjadi, dituduh sebagai mata-mata untuk Kedutaan AS di Mesir.

Washington telah membantah tuduhan itu dan menyerukan “pembebasan segera” sambil mengutuk apa yang mereka sebut sebagai “sidang rahasia.” “Kami menyerukan kepada pemerintah Suriah untuk segera membebaskan semua tahanan dan memungkinkan kebebasan bagi warga untuk menggunakan  hak-hak universal mereka untuk berekspresi dan berserikat,” kata Departemen Luar Negeri.

Mallouhi, cucu dari mantan menteri yang bekerja di bawah mendiang Hafez al-Assad, ayah dari Presiden Suriah saat ini, Bashar al-Assad, “ditahan tanpa dapat berkomunikasi dengan siapapun dan belum dijatuhi dakwaan selama sembilan bulan,” Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di AS mengatakan pada bulan September.

Layanan Keamanan menyita komputer pribadinya, CD dan buku, HRW mengatakan, meskipun blognya, yang berisi puisi dan komentar sosial, berfokus pada penderitaan rakyat Palestina dan tidak membahas tentang politik Suriah.

Kelompok hak asasi Syiria mengatakan pada akhir November yang Mallouhi diinterogasi pada tanggal 10 November oleh pengadilan keamanan negara dan kembali ke penjara wanita di Duma, dekat Damaskus. Pengadilan di Damaskus memutuskan bahwa Tal al-Mallohi bersalah “mengungkapkan informasi ke luar negeri”.

Pengacara Mallohi yang diizinkan masuk ke sidang tertutup tersebut berkata Mallohi tidak bergerak setelah mendengar keputusan itu. Ibunya, yang sedang menunggu di luar gedung pengadilan, menangis setelah diberitahu.

Hakim tidak memberikan bukti atau rincian mengapa ia dihukum, mereka menambahkan. Namun, ketika ia didakwa, seorang pejabat menyatakan bahwa “dia mata-mata yang menyebabkan serangan terhadap seorang perwira tentara Suriah”.

Bulan lalu, pengadilan keamanan negara menghukum Abbas Abbas, seorang aktivis sayap kiri berusia 69 tahun, untuk tujuh tahun penjara.

Wartawan BBC Lina Sinjab di Damaskus mengatakan dakwaan kepada Mallohi berasal dari saat pergolakan politik di wilayah tersebut, dengan protes populer di Tunisia dan Mesir yang sebagian besar diselenggarakan melalui situs jejaring sosial dan blog.

Suriah baru-baru ini mencabut larangan pada Facebook dan YouTube, yang telah diblokir sejak tahun 2007. Namun banyak situs yang masih tidak tersedia dan internet masih diawasi ketat oleh pihak berwenang di sana, ia menambahkan. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pareto Kemakmuran, Agar Tak Ada Yang (Menuduh) Berbohong
Tulisan selanjutnya Sumber Saudi Sangkal Ben Ali Koma

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus

Berita
8 Juli 2026 06:56
Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki
PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
  • ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
  • Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
  • Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
  • Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
  • Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?