Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ali Khamenei: Masalah Utama di Dunia Muslim Adalah Kehadiran Amerika

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Februari 2011 16:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei, Minggu (20/2), dalam satu konferensi internasional mengenai Islam, menyeru kalangan Muslim di seluruh penjuru dunia agar “menghilangkan” Amerika Serikat dari dunia Islam.

“Masalah utama di dunia Muslim adalah kehadiran Amerika Serikat. Itu adalah masalah terbesar. Kita perlu menangani ini,” kata Imam Khamenei di hadapan tokoh agama Islam dari faham Syiah dan Sunni di Teheran.

“Perlu untuk menghilangkan Amerika Serikat dari dunia Islam,” kata imam tangguh dan panglima militer di Republik Islam itu. Ditambahkannya, musuh bebuyutan negara Islam tersebut saat ini lemah.

Khamenei mendesak umat Islam di seluruh dunia agar melestarikan “gerakan rakyat di Mesir” dan mengatakan tugas rakyat dan itu adalah tugas utusan bangsa Arab serta seluruh masyarakat Islam. Ia kembali mengatakan revolusi Arab adalah Islami tapi harus terpadu.

“Semua musuh berusaha mengatakan gerakan rakyat di Mesir, Tunisia dan negara lain tak Islami, tapi tentu saja semua gerakan rakyat ini Islami dan harus terpadu,” katanya. Khamenei juga berkeras bahwa persekongkolan musuh untuk menciptakan perbedaan antara Sunni dan Syiah harus dihadapi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada 4 Februari, dalam khutbah Jumatnya, Imam Khamenei menyerukan didirikannya satu rejim Islam di Mesir, satu pekan sebelum orang kuat negeri itu Hosni Mubarak didepak. Para pejabat Iran menyampaikan dukungan buat revolusi di negara paling padat di dunia Arab tersebut.

Sementara, warga negara Arab di seluruh Timur Tengah merayakan kejatuhan Presiden Hosni Mubarak, Jumat (10/2). Mereka memuji daya tahan demonstran Mesir dan berharap protes mereka bagi perubahan akan bergema ke seluruh Timur Tengah. Protes terhadap rejim yang berkuasa di dunia Arab berlanjut ke Yaman dan Libya.

Di bagian lain, menjelang akhir pekan lalu terungkap bahwa Colin Powell telah dibohongi dan dimanipulasi agar mendukung invasi Amerika Serikat ke Irak. Mantan Menteri Luar Negeri AS tersebut sengaja tidak diberi tahu bahwa informasi yang dipergunakan dalam pidato terkenalnya untuk membenarkan serbuan ke Irak adalah informasi palsu, demikian kata seorang mantan koleganya.

Pemerintahan George W Bush justru memanfaatkan reputasi baik Powell untuk  memberikan kredibilitas yang amat dibutuhkan dalam serangan itu. Klaim tersebut disampaikan oleh Lawrence Wilkinson, mantan kepala staf Powell dalam sebuah wawancara yang dibumbui kemarahan.

Wilkinson membuka mulut setelah sumber utama yang dijadikan dasar laporan Powell untuk menginvasi Irak yang dipresentasikan di hadapan Dewan Keamanan PBB Februari 2003 lalu mengakui bahwa dirinya berbohong.

Rafid Ahmed Alwan al-Janabi yang diberi nama sandi “Curveball” oleh CIA sebelumnya mengaku bahwa dia membiarkan imajinasinya bergerak liar dengan klaim mengenai Saddam Hussein dan dirinya berbohong demi menggulingkan rezim Saddam.

Saat ia melihat Powell menyampaikan informasi palsu itu kepada PBB, ia merasa terkejut. Dalam wawancara dengan televisi AS, NBC, Wilkinson mengaku tidak percaya bahwa saat Powell berpidato, beberapa bulan sebelum invasi, ia tahu yang sebenarnya.

“Saya tidak mendengar satu kata pun bernada keraguan bahwa kami mendapat informasi dari empat sumber terpisah yang membuktikan adanya laboratorium senjata biologi,” katanya. “Yang saya temukan sesudahnya membuat saya sangat marah,” tambahnya.

“Saya tidak bisa menarik kesimpulan lain kecuali kami telah dibohongi, khususnya saat saya mengetahui bahwa tidak ada orang AS yang hadir saat Curveball diinterogasi,” katanya lebih lanjut. “Saya amat ragu. Saya rasa ada manipulasi terhadap materi ini dan dicampur dengan kebohongan,” ungkap Wilkinson.

Saat ditanya apakah kantor mantan Wakil Presiden Dick Cheney memanipulasi Powell agar menyampaikan pidato, ia menjawab, “Pastinya. Pasti begitu.” Ia menambahkan, Colin Powell memiliki kredibilitas yang tidak dipunyai tokoh lain karena dia adalah seorang yang meragukan perang dan dikelilingi oleh orang-orang yang haus perang. “Mereka (pemerintahan Bush) memanfaatkannya (Powell),” tandas Wilkinson.

Powell pernah mengatakan dirinya ingin tahu mengapa keraguan mengenai Curveball tidak dikemukakan sebelum ia menyampaikan pidato yang dianggap sebagai salah satu faktor penting untuk membujuk negara-negara lain agar mendukung invasi ke Irak.

Tapi, Wilkinson mengatakan bahwa meskipun Powell mengetahui kebohongan itu, pada akhirnya semua tidak akan jauh berbeda. “Meski tidak ada Curveball sekalipun, kami masih akan pergi berperang karena George W Bush dan Dick Cheney memang ingin melakukannya,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Beri Santunan 1.592 Mahasiswa di Mesir
Tulisan selanjutnya Karzai: Pasukan NATO Bunuh 50 Warga Sipil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?