Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

40 Jam “Berjuang” di Bandara Tripoli

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 28 Februari 2011 08:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pada hari Jumat pagi jam 7 waktu Libya, kami menuju bandara. Bersama 203 karyawan WIKA, masyarakat Indonesia, 18 mahasiswa (ada sekitar 253 WNI), kami berdesak-desakan dengan ribuan orang.

Hari itu, bandara penuh sesak sampai halaman dan taman-taman terbuka di luar bandara. Sementara itu, tentara mengatur para warga asing. Tak sedikit pentungan dan letusan peluru kosong digunakan menghalau orang-orang. Alhamdulillah kami WNI tidak diperlakukan secara kasar, hanya saja kami harus berjuang berdesak-desakan dengan ribuan orang.

Dari Jumat jam 10 pagi hingga jam 18 malam kami baru bisa chek in. Setelah itu kami menuju di ruang tungu sampai hari Sabtu berikutnya jam 18.00. Karena pesawat carteran Tunisia belum mendarat, Sabtu malam kami disuruh boarding dengan kondisi berdesak-desakkan di mana hanya melewati satu pintu.

Calon penumpang pun harus menunggu lagi di ruang boarding hampir kurang lebih 4 jam. Karena menurut informasi dari pihak Tunis Air, pesawat sedang diperbaiaki karena ada beberapa error. Tepat pukul 24.00, hari Ahad, rombongan WNI dan mahasiwa take-off setelah hampir 40 jam berada bandara bersama ribuan orang asing.

Ribuan orang asing yang eksodus besar-besaran itu antara lain berasal dari Mesir, Al-jazair, Turki, Maroko, China, Suriah, Afrika, Kanada dan sebagian Erpoa. Diperkirakan orang yang ikut antri di bandara puluhan ribu dengan kondisi bandara yang sangat sempit dan logistik sangat terbatas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagian besar dari mahasiswa tidak membawa apa-apa, karena hanya diminta membawa barang maksimal 7 KG. Bahkan sesampai di bandara Tripoli, hp, laptop, hardisk tidak boleh keluar atau akan diambi oleh petugas bandara. Akhirnya laptop , hp dan alat-alat elektronik lain ditititipkan di KBRI Tripoli.

Alhamdulillah setelah satu jam di udara kami mendarat di bandara Tunis. Rombo ngan disambut ramah Tim Evakusi Pemerintah RI yang dipimpin Bapak Temu Alam bersama rombongan KBRI Tunis dan Tim evakusi dari PT Wijaya Karya.

Rombongan dijamu di Wisma KBRI Tunis oleh Dubes RI untuk Tunisia, Muhammad Ibnu Said, para mahasiwa yang tinggal di KBRI Tunis, dan WNI lainnya yang telah disiapkan oleh Tim Evakusi.

Info sementara,  rombongan akan tinggal di Tunis selama 3 minggu. Setelah itu akan dibicarakan evakusi selanjutnya, termasuk kelanjutan pendidikan mahasiswa asal Indonesia yang kuliah Libya oleh Tim Evakusi Pemerintah RI.

Kami berterima kasih karena mendapatkan pelayanan yang nyaman dari KBRI Tunisa: baik logistik maupun tempat tinggal juga pelayanan yang ramah lainnya. Terima kasih kepada KBRI Tunisia, Tim Evakusi Pemerintah RI, Tim Evakusi PT Wijaya Karya, dan seluruh pihak yang membantu kami.

Kelanjutan Studi

Meski masih dalam masa darurat, kami berharap pemerintah RI bisa membantu kami agar bisa melanjutkan pendidikan lagi, jika nanti Libya mulai aman.

Setidaknya ikut menjalin komunikasi dengan pihak kampus Libya. Jika seandainya tiak mungkin ke Libya karena kondisi keamaan, kami berharap bisa diberi besaiswa untuk melanjutkan pendidikan kami seusai jurusan kami.

Tapi mudah-mudahan kondisi nanti semakin kondusif untuk menyelesaikan pendidikan saya di Libya yang tinggal satu semester di Kulyah da`wah Islamiyah jurusan al Qur`an wa `ulumihi (Syariah), yang saya sudah 5 tahun sejak Desember 2005.

Demikian catatan kecil dari saya, maaf kabar ini dibuat dengan redaksi kurang bagus, sambil antri internet KBRI Tunis. */Kusworo Nursidik, mahasiswa Kuliyah Da`wah Islamiyah-Tripoli, Libya

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perlunya Kerjasama Indonesia-Malaysia Berantas Ajaran Sesat
Tulisan selanjutnya Azhariyun Tuntut Al Azhar Lepas dari Pemerintah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?