Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penyelidikan Turki, Jurnalis Saudi Terbunuh di Kantor Konsulat Saudi di Istanbul

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2018 05:49 5:49 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Oktober 2018 05:49
Bagikan
Aksi wartawan untuk pembebasan Jamal Kashoggi
Bagikan

Hidayatullah.com—Temuan awal Turki meyakini wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, yang dikenal pengkritik kerajaan, tewas dibunuh di dalam kator Konsulat Saudi di Istanbul, setelah menghilang empat hari lalu usai memasuki konsulat tersebut.

“Penilaian awal polisi Turki adalah bahwa Khashoggi telah tewas di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul. Kami percaya bahwa pembunuhan itu direncanakan dan mayat itu kemudian dipindahkan dari konsulat,” kata seorang pejabat Turki yang berbicara dalam kondisi anonim kepada kantor berita Reuters, yang dilansir Ahad (07/10/2018).

Pembunuhan diduga karena kritiknya yang keras terhadap Kerajaan Saudi. Dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada hari Selasa dan sejak itu tak diketahui keberadaannya.

Sebelumnya pada hari Sabtu, sumber di Turki mengatakan kepada Aljazeera bahwa delegasi yang terdiri dari 15 pejabat Saudi tiba di Turki pada hari Khashoggi menghilang.

“Para pejabat Saudi terbang ke Istanbul dengan dua penerbangan yang berbeda pada hari Selasa,” kata sumber tersebut. Namun sumber itu tidak bisa memastikan apakah delegasi itu terdiri dari pejabat keamanan atau diplomatik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Jurnalis Saudi, Hilang Kontak setelah Kunjungan ke Konsulat Saudi di Turki

Sebelumnya, otoritas Turki memperluas penyelidikannya atas hilangnya Khashoggi setelah Riyadh mengklaim wartawan itu sudah keluar dari kantor konsulat sejak hari Selasa.

Partai berkuasa Turki, Partai AK, menyatakan bahwa kasus hilangnya Khashoggi merupakan kasus sensitif. Partai tersebut menuntut pengungkapan kasus itu secara rinci.

“Kondisi wartawan yang hilang, rincian tentang dia dan siapa yang bertanggung jawab atas hal ini akan terungkap,” kata juru bicara Partai AK, Omer Celik, kepada wartawan pada pertemuan puncak partai yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Reaksi AS

Hilangnya wartawan dan kolumnis reguler di Washington Post  itu membuat reaksi pihak Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah laporan Reuters hari Sabtu mengatakan bahwa Khashoggi terbunuh di dalam gedung konsulat setelah ditahan selama beberapa hari.

Para jurnalis dan pihak berwenang di AS telah berbicara menentang tindakan Arab Saudi.

Khashoggi dikenal kritis terhadap kebijakan domestik dan luar negeri Saudi.

Baca: Jurnalis Saudi Peringatkan ‘Perubahan’ pada Perubahan Relijius KSA

Editor halaman editorial Washington Post yang juga rekan kerja Khashoggi, Fred Hiatt, mengatakan bahwa jika itu memang terjadi, pembunuhan itu adalah “tindakan yang mengerikan dan sangat tak terduga”.

Senator AS dan anggota Komite Hubungan Luar Negeri Chris Murphy mencuit di akun Twitter-nya bahwa jika benar, pembunuhan tersebut akan melambangkan “pemutusan mendasar” dalam hubungan AS dan Arab Saudi.

Murphy sebelumnya menuntut pemerintah Arab Saudi untuk “memberikan jawaban” tentang keberadaan Khashoggi.

Polisi Turki yang menyelidiki kasus itu mengatakan dalam sebuah pernyataan kemarin bahwa 15 orang Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat sementara Khashoggi berada di dalam.

Kepolisian Turki di Istanbul telah menyelidiki arus masuk dan keluar di Konsulat Saudi sejak saat itu, tunangan Khashoggi mengatakan dia memasuki gedung itu dan tak kembali lagi.

Baca:  Jordania, Saudi dan Otoritas Palestina Takut Pengaruh Turki di Terusalem Timur

Kantor Jaksa Penuntut Umum di Istanbul memulai penyelidikan pada hari kejadian, sementara konsulat juga mengatakan di Twitter bahwa mereka berkoordinasi dengan pihak berwenang Turki untuk menangani masalah ini.

Pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri Turki memanggil duta besar Arab Saudi untuk Ankara atas masalah ini.

Kemudian pada hari itu, Putra Mahkota Mohammad bin Salman mengatakan bahwa pemerintah Saudi akan mengizinkan Turki untuk menggeledah konsulat Saudi untuk mencari wartawan tersebut.

“Kami akan mengizinkan mereka untuk masuk, mencari dan melakukan apa pun yang ingin mereka lakukan…Kami tidak menyembunyikan apa pun,” kata Mohammad kepada Bloomberg.

Arab Saudi pada hari Sabtu juga mengundang sekelompok wartawan ke kantor konsulatnya di Istanbul dalam upaya untuk menunjukkan bahwa Khashoggi tidak ada di tempat.

“Saya ingin menegaskan bahwa Jamal tidak ada di konsulat atau di Kerajaan Arab Saudi, konsulat dan kedutaan sedang bekerja untuk mencari dia,” kata Konsul Jenderal Mohammad al-Otaiba kepada Reuters.

Bagaimanapun, kasus hilangnya Jamal Khashoggi ini kemungkinan akan membuat peta hubungan Saudi – Turki, akan jauh lebih rumit.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiJamal KhashoggijurnalisKonsulat SaudipembunuhanTurkiwartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Basarnas Hentikan Pencarian Korban di Hotel Roa-Roa
Tulisan selanjutnya Pemberontak al Houthi Tangkapi Perempuan Peserta Aksi Damai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?