Hidayatullah.com—Perdana Menteri baru Malaysia tidak menghadiri upacara pelantikan kabinetnya karena harus mengasingkan diri setelah kontak dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19, kata kantornya.
Ismail Sabri Yaakob mendapat jabatan PM pada saat infeksi Covid-19 sedang melonjak, dengan kasus di atas 20.000 sejak 5 Agustus dan kematian saat ini di atas 16.000, lansir The Guardian Senin (30/8/2/21).
Kantor perdana menteri mengatakan dia masih akan menghadiri perayaan Hari Nasional secara virtual.
Malaysia memiliki menteri kesehatan baru, yaitu Khairy Jamaluddin, mantan menteri sains yang bertanggung jawab atas vaksinasi di bawah pemerintahan sebelumnya.*