Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Perlunya Kerjasama Indonesia-Malaysia Berantas Ajaran Sesat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Februari 2011 07:43 7:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2011 07:43
Bagikan
Bagikan

Ajaran sesat pertama terdeteksi di Malaysia adalah ajaran Taslim yang disebarkan di Desa Seronok, Bayan Lepas, Penang pada akhir abad ke-19.

Ketika penulis berkunjung ke desa tersebut lama dulu, ajaran ini sudah tidak lagi mengembang ke masyarakat, hanya dipraktekkan sesama kelompoknya saja.

Tapak masjid milik pendiri ajaran Taslim itu sudah lama diambil alih oleh Dewan Agama Islam Pulau Penang dan di atas tanah itu dibangun masjid baru yang bebas dari pengaruh mereka. Namun di belakang masjid baru itu masih dibiarkan tetap sebuah masjid (musollah) tua terbuat dari kayu. Menurut jamaah masjid di situ; itulah masjid asal yang dikembangkan pendiri ajaran Taslim pada awal 1990an.

Penulis sangat berkeyakinan, bahwa ajaran Taslim hanya dianut kelompok mereka saja karena pemimpin (Imam) ajaran itu, yakni seorang bisnisman terkenal mengirim karyawannya yang terpilih, sesorang setiap tahun menunaikan haji di Mekah.

Banyak ajaran lain yang terdaftar sebagai ajaran sesat oleh pemerintah Malaysia. Di antaranya; ajaran Anti-Hadis, ajaran Haji Ghazali, ajaran Haji Kahar, ajaran Hakikat Insan/Tajalli, ajaran Martabat Tujuh/Wahdatul Wujud, Ahmadiah Qadiani, ajaran Al-Mas/Tarikul Islam, ajaran Taslim, ajaran Aurad Ismaliyyah, ajaran Naqsyabandiyyah Kadirun Yahya, ajaran Samaniah Ibrahim Bonjol, ajaran Ratib Kuat Ayah Pin, ajaran Rahim, ajaran Hasan Anak Rimau dan beberapa nama lagi yang muncul silih berganti.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Sebagiannya kini sudah tidak aktif lagi. Namun sebagian masih menjalankan aktivitas dan menyebarkan paham sesatnya kepada masyarakat.

Ajaran yang dibawa mereka tidak saja menyimpang dengan Islam, tapi telah merusak akidah para pengikutnya dengan membuat pernyataan yang sangat bertentangan dengan al-Quran dan al-Hadis.

Misalnya ajaran Ayah Pin, mengamalkan pemujaan kepada ketua kelompok mereka yang mengklaim belajar di langit, sering naik ke langit untuk rapat dengan kabinet pemerintahan langit. Pengikut Ayah Pin adalah seluruh negara dan dari berbagai katogeri masyarakat bahkan kaum profesional dan mereka yang berpendidikan agama.

Kelompok Ayah Pin sebelum dimusnahkan desa mereka oleh pemerintah Malaysia, bermarkas di Besut, negeri bagian Terengganu. Pengikutnya di tangkap dan diminta bertobat, sementara ketua ajaran sesat yang mirip ajaran Hindu itu ketika berkunjung ke Bali, Indonesia, disambut besar-besaran dengan di diarak dari pura ke pura dalam sebuah mitologi Hindu. Kini ketuanya yang akrab dengan nama Ayah Pin telah kabur ke Thailand.

Di Jakarta muncul Haji Kahar Ahmad yang mengaku dirinya rasul Melayu dan siapa yang mengikutinya akan masuk surga. Juga sudah ditangkap dan dibawa ke pengadilan agama. Di Desa Nahkoda, Batu Caves, juga dalam Selangor, menjadi pusat ajaran Ahmadiyah Qadiani. Ajaran ini telah lama difatwakan oleh pemerintah Malaysia sebagai bukan Islam. Oleh pemerintah Malaysia (Selangor) telah memasang sign board tertulis “Qadiani Bukan Islam” di pintu masuk perdesaan mereka, agar publik tidak keliru, karena wajah pengikut Qadiani dengan orang Islam hampir sama.

Satu lagi kelompok ajaran sesat yang terkenal di Malaysia dan Indonesia suatu ketika dulu adalah Qarul Arqam. Ajaran ini sudah tidak berani melakukan aktivitasnya sejak diwartakan sebagai ajaran sesat. Ketuanya Ashari Muhammad di bawa ke pengadilan agama dan di jatuhkan hukuman tahanan rumah di Sabah. Kini sudah meninggal. Namun ada usaha dari pengikutnya untuk kembali menjalankan ativitas dengan menggunakan platform baru – Rufaqa.

Berbeda dengan Indonesia, Islam di Malaysia diletakkan di bawah administrasi pemerintah negeri-negeri bagian. Setiap ajaran sesat yang muncul di negeri-negeri bagian, justru tugas membrantasnya adalah tanggung jawab pemerintah negeri masing-masing, karena setiap negeri ada panitia majlis fatwanya sendiri. Panitia ini berfungsi sebagai pemutus hukum kepada setiap ajaran yang menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Kecuali jika ajaran itu penyebarannya sudah menyeluruh ke seluruh negara, baru Majlis Fatwa Kebangsaan mengambil alih peran pemutus hukum seperti dilakukan terhadap ajaran Ahmadiyah Qaidiani.

Seharusnya dalam soal memberantas ajaran sesat seperti ini, harus ada kerjasamasa antara pemerintah Indonesia-Malaysia (Bagian agama), saling bertukar pandangan, informasi dan informasi, bertujuan demi untuk menyelamatkan akidah umat Islam seluruhnya, karena seperti yang diketahui penyebaran ajaran sesat ini ada hubungkaitnya dengan dua negara yang memiliki tutur bahasa yang sama dan budaya yang sama.

Wassalam
Nur Aminah-Rossem
Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPK Terbanyak Menangani Kasus Suap
Tulisan selanjutnya 40 Jam “Berjuang” di Bandara Tripoli

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?