Hidayatullah.com–Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad menilai, gugur syahidnya Muslimah berjilbab asal Mesir di ruang sidang pengadilan kota Dresden, Jerman, merupakan bukti bobroknya sistem pengadilan Jerman dan tragedi bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pernyataan itu dikemukakan Senin (12/7) oleh Ahmadinejad dalam sidang dengan anggota kabinetnya. Dikatakannya, hakim dan para juri yang hadir dalam sidang tersebut harus bertanggungjawab dalam masalah ini.
Menurut ia, reaksi kontradiktif Barat, khususnya negara-negara Eropa, dalam mendukung hak asasi manusia sangat menyedihkan.
Ahmadinejad menilai, aksi kejahatan yang terjadi di ruang sidang pengadilan dan disaksikan oleh aparat dan para hadirin, sebagai sebuah skenario yang telah direncanakan.
Ia menuntut agar Jerman diseret ke Dewan Keamanan PBB. Ditegaskannya bahwa pemerintah Jerman, Presiden AS Barack Obama dan para deputinya, serta para pemimpin Eropa, juga Sekretaris Jenderal PBB, tidak mengatakan atau bereaksi menyangkut kejahatan tersebut. [irb/hidayatullah.com]