Hidayatullah.com–Komite Perlindungan Wartawan mengatakan bahwa tujuh wartawan dari beberapa media yang meliput kejadian di Libya, tidak ada kabarnya lagi. Pihak komite mengkhawatirkan keselamatan mereka.
Menurut Komite, salah satu dari jurnalis tersebut adalah seorang koresponden surat kabar Inggris, The Guardian, Abdul Ahad. Sebelum menghilang, ia meliput di pinggiran pantai kota, yang merupakan tempat pertempuran sengit antara pendukung setia Qadhafi dan pemberontak.
Surat kabar tempat Abdul Ahad bekerja telah melaporkan hal tersebut di situsnya, dan menyatakan bahwa pihaknya telah menghubungi pemerintah Libya di Tripoli, serta meminta pemerintah Inggris segera bertindak untuk menemukan keberadaannya.
Hal serupa juga dialami oleh enam wartawan lainya. Untuk saat ini keberadaan mereka tidak diketahui. Di antaranya adalah Atef Al-Atrash, yang menghilang tak lama setelah berbicara dengan Al-Jazeera dari Benghazi.
Selain itu, komite juga melaporkan hilangnya seorang blogger dan penulis politik Muhammad As-Sahim, kartunis Muhammad Al-Amin, serta penulis dan mantan editor majalah Arajen, Idris Musmar.*