Hidayatullah.com–Pada hari Minggu (3/4) para anggota Kongres menyiarkan pesan mereka berkaitan pembakaran al-Qur’an yang dilakukan Pendeta Florida, Terry Jones. Dalam acara “Face the Nation” di televisi CBS, Ketua Mayoritas Senat Harry Reid mengatakan, “Ekstremisme agama dalam segala bentuknya adalah salah. Kematian yang disebabkannya sudah pasti salah. Saya sangat kecewa dengan orang yang memutuskan melakukan hal ini. Menurut saya, orang harus paham akan akibat yang ditimbulkan tindakan yang mengatasnamakan agama.”
Muncul dalam acara “Meet the Press” di televisi NBC, Senator Fraksi Demokrat Richard Durbin dari negara bagian Illinois mendesak rakyat Amerika agar menggunakan kebebasan berekspresi, hak yang dilindungi konstitusi, dalam cara yang bertanggung jawab dan dipikirkan secara masak.
Ia mengatakan, “Saya paham apa isi Amandemen Pertama Konstitusi, hak-hak yang diberikan kepada warga Amerika terkait dengan kebebasan berbicara dan menganut agama. Namun, saya ingin tekankan bahwa pendeta ini dengan tindakannya membakar al-Qur’an, membahayakan tentara Amerika dan banyak orang yang tidak bersalah. Adalah saatnya bagi dia mengambil tanggung jawab sebagai warga Amerika untuk membantu tentara kita agar aman.”
Tapi, dalam masyarakat bebas, hak selalu disertai dengan tanggung jawab, ujar Senator Fraksi Republik Lindsey Graham dari negara bagian South Carolina, yang berbicara di acara televisi “Face the Nation.”
Ia mengatakan, “Saya harap kita bisa mencari jalan untuk meminta pertanggungjawaban tindakan itu. Kebebasan bicara adalah ide besar, tetapi kita saat ini sedang berperang. Dalam Perang Dunia Kedua, ada batas-batas atas apa yang dapat kita katakan apabila itu menyangkut musuh. Jadi, membakar al-Qur’an adalah hal buruk, tetapi itu tidak dapat menjadi alasan untuk membunuh. Membakar Injil adalah hal buruk, tetapi itu juga tidak menjadi dasar untuk membunuh.”
Sementara itu, komandan tertinggi pasukan Amerika dan pejabat tinggi sipil NATO di Afghanistan juga mengutuk pembakaran kitab suci al-Quran di Florida itu. Jenderal David Petreaus mengatakan hari Minggu di Kabul bahwa ia mengutuk pembakaran itu dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang tewas dan cedera dalam berbagai aksi protes.
Sedangkan, pejabat tinggi sipil NATO di Afghanistan, Mark Sedwill mengatakan pembakaran al-Quran adalah tindakan penghinaan terhadap kepercayaan Islam dan tidak mewakili pandangan negara-negara yang ikut dalam pasukan internasional.
Kata pejabat Afghanistan, dua orang lagi tewas dan 18 lainnya cedera dalam kerusuhan hari ketiga untuk memprotes pembakaran kitab al-Qur’an itu. Insiden itu terjadi di Kandahar hari Minggu, ketika ratusan orang turun ke jalan di sana, dan di kota Jalalabad, di bagian timur. Kebanyakan korban cedera disebabkan oleh sebuah tabung gas yang terbakar dan meledak.*
Keterangan foto: Ketua Mayoritas Senat AS Harry Reid.