Hidayatullah.com–Pada tanggal 5 April 2011 rombongan dari Yayasan Taman Kanak-Kanak Muslimat Indonesia berkunjung ke institusi pendidikan TK Islam Maroko guna melihat dari dekat pengelolaan pendidikan Islam tingkat TK dan SD, SLTP dan SLTA di Maroko.
Rombongan yang berjumlah enam orang tersebut dipimpin oleh Hj. Sufri Nelawati Sirath, diterima oleh pejabat Kementerian Wakaf dan Urusan Islam, Kepala Wilayah Rabat-Sale-Zaers, Mohammed Moukkar, yang menerangkan secara singkat keberadaan institusi pendidikan Islam yang berada dibawah pengawasan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam.
Menurut data, saat ini di Maroko terdapat 515 sekolah Islam di segala tingkat pendidikan dan sebagian besar masih menggunakan metode pengajaran tradisional, khususnya di pelajaran hafal al Quran. Yaitu dengan menggunakan lauh (kepingan kayu sebagai pengganti buku) dan risyah (pena yang dengan tinta celup) sebagai alat utama belajar. Namun seiring dengan berjalannya waktu, sekolah tradisionil tersebut mulai mengajarkan materi umum lainnya.
Selanjutnya rombongan dengan didampingi oleh isteri Dubes RI, Ibu Mahsusoh Ujiati, diajak melihat pesantren Hafal Quran untuk anak prasekolah (TK) yang berada dekat Mesjid Mohammed VI, Rabat.
Terlihat anak-anak dengan tekun belajar manggunakan lauh dan diawasi oleh seorang guru. Metode tradisionil pengajaran hafal al-Quran dari usia dini tersebut, menempatkan Maroko sebagai negara Islam yang memiliki penghapal al-Quran terbanyak di negara Islam, demikian Mohammed Moukkar menambahkan.*