Hidayatullah.com–Surat kabar Yaman mengungkapkan pada hari Sabtu (16/4) bahwa Presiden Ali Abdullah Saleh akan turun dari jabatannya dalam waktu tiga puluh hari, sesuai dengan jadwal inisiatif Amerika yang diajukan oleh negara-negara Teluk (GCC).
Dari sumber yang dapat dipercaya, surat kabar Al-Oula melaporkan bahwa duta besar Amerika Serikat dan duta besar Uni Eropa telah menjadwalkan penurunan Presiden Ali Abdullah Saleh dan pemindahan kekuasaan dalam waktu tiga puluh hari, sesuai dengan yang diajukan oleh GCC.
Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa visi Amerika adalah menyediakan penandatanganan kesepakatan antara Presiden Saleh dengan partai-partai oposisi, yang disponsori oleh Washington.
Menurut surat kabar itu, Saleh meminta agar Ali Mujawar kepala pemerintahan sementara, atau Rasyad Al-Alimi untuk jadi wakilnya.
Setelah pengangkatan wakil Presiden Saleh yang baru untuk pemindahan kekuasaan dan selanjutnya mengajukan pengunduran dirinya kepada Parlemen Yaman. Setelah itu, Parlemen Yaman dapat mengeluarkan keputusan untuk membentuk pemerintahan sementara yang dipimpin oleh tokoh-tokoh oposisi Yaman.
Sementara itu, Presiden Saleh menghimbau kepada perempuan yang turut serta dalam aksi revolusi agar tidak bercampur (ikhtilat) dengan laki-laki.*