Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

ElBaradei: AS Mencla-mencle

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Februari 2011 21:31
Bagikan
Tokoh oposisi Mohamed ElBaradei.
Bagikan

Hidayatullah.com–Tokoh oposisi utama Mesir Mohamed ElBaradei mengkritik pesan Washington yang membingungkan menyangkut krisis yang bergolak di negara Arab berpenduduk terbanyak itu, dan mengecam pembicaraan politik “suram” di Mesir sehari lalu.

Pemerintahan Presiden AS Barack Obama tiba-tiba menarik ludahnya sendiri, setelah utusan AS untuk Mesir berbicara dengan menyarankan Presiden Hosni Mubarak harus tetap memerintah untuk mengatur peralihan.

Obama dan Menteri Luar Negeri AS Hilarry Clinton tidak dengan tegas meminta Mubarak segera mengundurkan diri, tetapi berkali-kali menekankan bahwa Amerika Serikat ingin peralihan tertib mulai dari sekarang.

“Pernyataan Frank Wisner (seorang diplomat veteran yang bertemu dengan Mubarak atas permintaan Obama awal pekan ini) telah menciptakan banyak kebingungan dan banyak kekecewaan  di Mesir,” kata ElBaradei kepada CNN, seperti dikutip AFP.

Penerima Nobel Perdamaian dan mantan Kepala Badan Energi Atom PBB menguraikan dengan lebih berwarna dalam wawancara lain. “Itu bagai petir di siang bolong,” katanya kepada “Meet the Press,” yang ditayangkan stasiun NBC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pejabat AS mengubah intonasi kalimatnya mengenai krisis di Mesir setelah Wakil Presiden Joe Biden menyebut Mubarak bukan “diktator” dan Clinton menggambarkan pemerintahannya sebagai “stabil.”

Secara bertahap Washington mengubah posisinya, menyerukan sebuah “masa peralihan tertib” menjadi “demokrasi yang sesungguhnya,” dan begitu protes berubah menjadi banjir darah, Obama mendesak sekutu lama AS itu untuk memulai transisi Mesir “sekarang.”

Namun, Senator John Kerry, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat yang berpengaruh, mendatangi Kementerian Pertahanan Obama dengan menegaskan bahwa AS harus jernih.

“Presiden sudah jelas, Menteri Luar Negeri juga telah jelas bahwa presiden menginginkan perubahan, dia menginginkannya segera, dia ingin itu menjadi bermakna, dan dia menginginkannya itu berlangsung tertib,” kata Kerry kepada NBC.

Kerry mengakui bahwa Wisner, mantan Duta Besar AS ke Mesir, mungkin telah mengatakan sesuatu yang tidak semestinya.

“Saya pikir komentar Tuan Wisner tidak mencerminkan pendirian pemerintah AS sejak hari pertama, dan itu bukan pesan yang pemerintah minta kepadanya untuk disampaikan atau mesti disampaikannya.”

Menteri Perdagangan Mesir Rachid Mohamed Rachid mengecam apa yang dia gambarkan sebagai “campur tangan” AS terang-terangan.

“Saya pikir itu adalah positif bagi seluruh dunia untuk mendukung Mesir membuat transisi demokrasi, tapi saya pikir itu bukan hak dari Presiden Obama atau pemerintah Amerika atau pemerintah lain untuk mendikte Mesir apa yang harus dilakukannya,” katanya kepada CNN.

ElBaradei kembali ke Mesir tak lama setelah protes anti-Mubarak merebak dan telah bergabung dengan demonstrasi untuk menuntut pemecatan presiden.

Dia telah memposisikan dirinya sebagai juru bicara oposisi, tetapi tidak diundang untuk mengikuti pembicaraan antara kelompok pemerintah dan oposisi.

Dia menyebutkan negosiasi yang juga dihadiri Ikhwanul Muslim yang resmi dilarang pemerintah, kekurangan kredibilitasnya karena dikendalikan Mubarak dan pihak militer.

“Proses ini buram. Tidak ada yang tahu siapa yang berbicara kepada siapa pada tahap ini,” katanya kepada NBC, menunjuk besarnya rasa kurang percaya antara demonstran dan pemerintah.

“Jika Anda benar-benar ingin membangun kepercayaan, maka Anda perlu melibatkan seluruh rakyat Mesir. *

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di China, Banyak Cerai daripada Nikah
Tulisan selanjutnya Krisis Mesir: Antara Israel dan Peluang Ikhwanul Muslimin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?