Hidayatullah.com–Berita yang menyebutkan bahwa Yusuf Al-Qaradhawi dalam keadaan koma atau secara klinis telah meninggal adalah tidak dapat dipertanggungjawabkan, demikian menurut laporan media di Qatar, Senin (18/4).
“Syeikh AlQaradhawi menderita pilek dan perlu istirahat setelah sekitar dua jam berada di ruang terbuka untuk menerima belasungkwa atas kematian Syeikh Abdul Muiz Abdul Sattar,” kata Walid Abul Naja, seseorang yang dekat dengan cendikiawan Mesir yang kini tinggal di Qatar tersebut.
“Beliau kelelahan dan tidak dapat menyampaikan ceramah mingguan pada hari Jum’at. Namun pada hari Ahad, beliau telah kembali bekerja di kantornya dan menerima banyak orang.”
Abul Naja mengaitkan laporan yang berkembang, yang kebanyakan tersebar secara online, dengan dukungan Al-Qaradhawi atas aksi protes yang terjadi di Tunisia, Mesir, Libya, Yaman dan Suriah.
“Beberapa pejabat kesal dengan dukungan (Al-Qaradhawi) ini kepada para pemuda dan pengunjuk rasa,” kata Abul Naja tanpa menjelaskan maksudnya lebih lanjut.
Syeikh Muiz, salah seorang tokoh kelahiran Mesir yang pertama-tama aktif di Al-Ikhwan, dimakamkan di Doha pada hari Kamis (14/4).*