Hidayatullah.com–Bangladesh sedang melakukan percobaan untuk menghasilkan beras yang diklaim ilmuwan sebagai yang pertama kaya vitamin A.
Beras emas, begitu jenis beras itu disebut, merupakan varitas rekayasa genetik yang akan dicoba ditanam di rumah kaca terlebih dahulu sebelum berlanjut pada tahap produksi.
Jika berhasil, dalam waktu 5 tahun ke depan Bangladesh akan dapat memerangi kekurangan vitamin A pada ibu hamil dan anak-anak lewat konsumsi bahan makanan pokok mereka.
Apabila sudah akut, kekurangan vitamin A bisa menyebabkan kebutaan dan kematian pada anak. Demikian lapor Daily Star (21/4), mengutip para ilmuwan.
Varitas beras yang paling produktif di Bangladesh, BRRI Dhan 29 yang direkayasa di International Rice Research Institute di Filipina dan kaya akan beta karotin dengan gen berasal dari jagung, berhasil diujitanamkan di IRRI bulan Februari lalu.
Prestasi itu merupakan langkah besar dalam pengembangan beras emas, kata para ilmuwan di Bangladesh Rice Research Institute (BRRI) di Joydebpur.
“Pekan ini kami mengajukan izin untuk mengimpor Dhan 29 yang kaya beta karotin dari lahan eksperimen IRRI dan melakukan percobaan di rumah kaca di BRRI sebelum melakukan percobaan tanam di lahan terbuka di Bangladesh,” kata Alamgir Hossain, kepala pembibitan di BRRI.
Menurut laporan global kekurangan vitamin A dari World Health Organisation (WHO), satu dari lima anak prasekolah dan 23,7% wanita hamil di bangladesh mengalami defisiensi vitamin A.
Dengan mengkonsumsi hanya 150 gram beras emas itu setiap harinya, maka setengah dari vitamin A yang dibutuhkan perhari untuk orang dewasa bisa terpenuhi.
Ini adalah sebuah revolusi memerangi kekurangan vitamin A di negara Asia yang kebanyakan rakyatnya makan beras dan kaum miskinnya tidak memiliki akses untuk mendapatkan asupan vitamin A dari sumber selain beras.
Jika beras emas masuk ke pasaran Bangladesh, harganya akan sama dengan jenis beras lain.*
Keterangan foto: Beras emas yang ditanam di IRRI. [flickr-irri]