Hidayatullah.com–Kementerian Pertahanan Jerman hari Jum’at (20/5) membenarkan bahwa tentaranya sengaja menembak beberapa warga sipil Afghanistan yang menggelar aksi unjuk rasa di depan pangkalan militer mereka di kota Taloqan.
Ribuan orang Afghanistan hari Rabu lalu (18/5) berdemonstrasi memprotes operasi militer oleh tentara asing di negara mereka yang tidak kunjung berhenti, termasuk pemboman atas sebuah rumah di Taloqan pada Selasa malam, yang menewaskan empat orang sipil dua di antaranya perempuan.
Sedikitnya 11 orang pengunjuk rasa dibunuh dan 50 lainnya luka-luka, saat mereka berkumpul di depan pangkalan militer Jerman untuk memprotes pembunuhan warga sipil yang terus berkelanjutan oleh tentara asing piimpinan Amerika Serikat di Afghanistan.
Seorang jurubicara militer Jerman mengatakan, tentara mereka menembak para pengunjuk rasa sebagai tindakan bela diri, karena pengunjuk rasa telah menewaskan dua prajurit Jerman dan empat petugas keamanan Afghanistan.
Alasan yang dikemukakan Jerman itu setali tiga uang dengan alasan yang biasa dikemukakan sekutunya, Amerika Serikat, saat mereka menembaki rakyat sipil Afghanistan.*