Hidayatullah.com—Sebuah bus yang membawa rombongan turis hari Rabu meledak di wilayah timur Bulgaria dan menewaskan sedikitnya 7 orang.
Euronews (18/7/2012) yang mengutip media setempat melaporkan, lebih dari dua puluh oranng terluka dalam ledakan yang terjadi di bandara Burgas.
Seorang saksi mata kepada radio militer Israel mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah penyebab dari ledakan itu. Seorang saksi wanita lain kepada stasiun televisi Israel mengatakan bahwa ia melihat seseorang menaiki bus itu sebelum terjadi ledakan.
Pejabat Israel mengatakan, para penumpang naik ke bus bandara Burgas, yang terletak di kawasan Laut Hitam, setelah mereka turun dari penerbangan yang berangkat dari Tel Aviv. Menyusul kejadian itu, seluruh bandara ditutup dan semua penerbangan dialihkan ke Varna.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyhu segera menuding Iran sebagai pihak yang bertanggungjawab atas peristiwa itu.
Tahun-tahun belakangan ini serangan terhadap turis Israel terjadi beberapa kali. Pekan lalu pihak berwenang Siprus membekuk tersangka yang diduga orang Hizbullah yang berencana menyerang turis Israel.
Awal tahun ini Bulgaria juga memerintahkan peningkatan pengamanan untuk menjaga para turis yang datang.
Sementara itu Russia Today (18/7/2012) melaporkan, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa Iran, Hizbullah atau Hamas bisa jadi berada di balik serangan itu.
Namun Hizbullah membantahnya. Seorang perwakilan dari kelompok tersebut kepada harian Libanon An-Nashra mengatakan bahwa tuduhan Israel itu “lucu.”
“Gerakan kami tidak menyerang turis,” kata anggota Hizbullah itu.
Seorang saksi mengatakan, bus-bus yang mengangkut turis Israel di bandara meledak. Dua bus lain ikut terbakar. Sepuluh kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.
Menurut laporan dari Kementerian Dalam Negeri Bulgaria, 32 orang telah dilarikan ke rumah sakit, sebagaian dari mereka dalam keadaan kritis.
Kejadian itu membuat presiden, wakil presiden dan para menterinya berkunjung ke tempat kejadian.
Walikota Burgas Dimitar Nikolov mengatakan kepada media setempat bahwa bahan peledak diletakkan di bagasi bus.
Sebelumnya, sejumlah orang mengatakan bahwa ledakan terjadi begitu seseorang menaiki bus tersebut.
Ibu salah seorang penumpang bus mengatakan bahwa anak perempuannya memanggil-manggil dirinya dalam keadaan panik.
“Dia mengalami luka-luka dan berdarah. Mereka memindahkannya lewat jendela bus. Dia sangat histeris dan berada di sana tanpa telepon selular, jadi dia tidak bisa berbicara banyak.”
Harian Zionis Haaretz mengabarkan bahwa tim penyelamat dari Israel sedang menuju Bulgaria.
Para pejabat Israel sebelumnya mengatakan bahwa Bulgaria merupakan daerah tujuan wisata favorit turis dari Israel. Sehingga rentan mendapatkan serangan dari kelompok Islam yang bisa jadi menyusup dari daerah terdekat, yaitu Turki.
Media setempat melaporkan pada bulan Januari, polisi dan pasukan militer tambahan dikerahkan di Sunny Beach, lokasi wisata di Bulgaria yang sangat populer di kalangan warga Israel.*