Hidayatullah.com–Dalam pertemuan dengan Gubernur Makkah Pangeran Khalid Al-Faisal, Menteri Haji Arab Saudi Fuad Al-Farsi hari Sabtu (21/5) mengatakan bahwa jumlah jamaah umrah dari tahun ke tahun terus meningkat, dan tahun depan diperkirakan menembus angka 4 juta orang.
Menurut Al-Farsi, gubernur mengharapkan agar lembaga-lembaga terkait urusan haji dan umrah di Saudi terus meningkatkan pelayanan mereka kepada para jamaah.
“Jumlah jamaah umrah tahun ini 700.000 lebih banyak dari jumlah tahun lalu,” kata Al-Farsi. Makkah sudah dipenuhi oleh jamaah haji dari seluruh penjuru dunia, terutama Iran, Pakistan, Mesir, Turki, India, Malaysia, Indonesia dan Bangladesh.
Menurut laporan NBC, pendapatan yang akan diperoleh dari para pengunjung internasional diperkirakan mencapai 80 milyar riyal pada tahun 2015.
Dari laporan tersebut diketahui, hampir separuh pengunjung dari luar negeri yang datang ke Arab Saudi adalah wisatawan relijius, yang ingin menunaikan ibadah haji atau umrah. Tahun 2009, sebanyak 47,1 persen dari total kunjungan ke negara itu dilakukan oleh para jamaah haji dan umrah.
Tahun 2009, pemerintah Saudi memang melonggarkan ketentuan visa haji dan umrah untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada para jamaah. Tahun 2010, Kementerian Haji meningkatkan jumlah visa haji dan umrah sebanyak 16%, sehingga angkanya mencapai 911.000 dari 792.000 yang direncanakan semula.
Menurut sebuah studi yang dilakukan Komisi Pariwisata dan Kepurbakalaan Saudi, kapasitas akomodasi dari hotel dan penginapan terdaftar di Makkah dan Madinah sejauh ini melebihi dari jumlah visa umrah yang dikeluarkan. Di Makkah ada 75.000 kamar yang bisa dipakai untuk menampung lebih dari satu juta jamaah setiap bulannya. Sementara di Madinah terdapat hampir 35.000 kamar yang bisa diinapi oleh 400.000 jamaah.
Sementara itu, sejumlah jamaah dari luar negeri dikabarkan menuntut perbaikan sistem pelayanan di Bandara Raja Abdulaziz Jeddah, sehingga pengunjung merasa lebih aman dan nyaman.*