Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kena Tuduhan Seksual Lagi, Bekas Menteri Ekologi Prancis Pamit Dari Kehidupan Publik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 November 2021 09:31 9:31 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 November 2021 09:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Nicolas Hulot, bekas menteri ekologi Prancis, mengumumkan akan mengundurkan diri dari kehidupan publik setelah terungkap bahwa dirinya kembali menjadi target tuduhan seksual baru.

Pada tahun 2018, koran Ebdo yang sekarang sudah tutup, menulis sebuah artikel yang menyebutkan bahwa Hulot pada tahun 2008 pernah dilaporkan karena melakukan tindakan tidak senonoh.

Hari Kamis ini (25/11/2021), kanal televisi France 2 dijadwalkan akan menayangkan program yang menampilkan kesaksian sejumlah  wanita yang menuduh Hulot melakukan serangan seksual terhadap mereka.

“Apapun hasil dari proses hukum berkaitan dengan tuduhan-tuduhan baru ini, saya sudah dikecam,” kata pria berusia 66 tahun itu kepada BFMTV seperti dilansir RFI.

“Kematian kehidupan sosial saya sudah diprogram. Saya dihajar dengan stempel keburukan. Keluarga saya terdapmpak, yayasan saya juga ikut dikecam.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam wawancara televisi hari Rabu (25/11/2021) itu, Hulot mengatakan bahwa dia juga memutuskan untuk meninggalkan jabatan presiden kehormatan di yayasannya yang bergerak di bidang lingkungan.

“Saya tidak melakukan  tindakan yang dituduhkan tersebut,  klaim-klaim itu palsu,” kata Hulot. “Saya tidak pernah memaksa siapapun.”

“Sebagian orang yang sok tahu menganggap penarikan diri dari kehidupan sosial ini sebagai indikasi rasa bersalah. Bukan, itu justru ekspresi dari perasaan muak saya.”

“Saya akan meninggalkan jabatan  presiden kehormatan di yayasan saya, yang merupakan kehidupan saya, guna melindunginya dari kotoran yang akan saya terima di hari-hari mendatang.”

Hulot ditunjuk sebagai menteri transisi ekologi dan solidaritas pada bulan Mei 2017 tidak lama setelah Emmanuel Macron  mengalahkan 

Marine Le Pen dalam pemilihan presiden Prancis.

Dia mengundurkan diri pada Agustus  2018 setelah mengklaim bahwa pemerintah Prancis tidak berkenan mengambil langkah yang diperlukan untuk memangkas emisi karbon dan mengatasi pemanasan global.

Pemikirannya soal lingkungan hidup banyak dipuji orang. Namun pada saat yang sama, dia mengundang sorotan karena menerima pemberian dalam jumlah cukup besar dari perusahaan-perusahaan raksasa yang mendanai pembuatan film dokumenter dan acara televisinya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekologiNicolas HulotPrancisseksual
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menhan Israel Kunjungi Maroko yang Sedang Bersitegang dengan Aljazair
Tulisan selanjutnya Keluarkan Maklumat, MUI Ajak Umat Islam Semarakkan Pekan Solidaritas Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?