Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Cari Simpati Politik Guru Yoga Puasa Sampai Mati

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 4 Juni 2011 16:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Guru yoga paling terkenal asal India swami Ramdev mulai melakukan puasa hingga mati pada hari Jum’at (03/5), guna menuntut diberlakukannya hukuman mati bagi para koruptor dan menyerukan kampanye anti korupsi yang menggerogoti pemerintahan Perdana Menteri Manmohan Singh.

Ramdev, dengan ciri khasnya berpakaian pendeta Hindu berwarna oranye dan berjenggot lebat, berkumpul bersama ribuan pengikutnya di bawah sebuah tenda berukuran empat kali lipat lapangan sepak bola di kota Delhi.

Sebagaimana dilansir Reuters, sebuah koran menamakan aksi Ramdev dan pengikutnya itu sebagai “yogitasi”. Gerakan headstands (berdiri dengan kepala) dan tarian perut, yang merupakan bagian dari gerakan yoga, menghiasi acara mogok makan massal tersebut. Ramdev juga berpidato tentang korupsi, uang haram dan kegagalan pemerintah dalam menangkal pemberontak Maoist.

Ratusan rakyat India yang marah atas skandal korupsi juga ikut aksi mogok makan di tenda itu. Para pengikut aksi Ramdev meluas hingga negara bagian Orissa dan kota Mumbai.

Beberapa menteri berusaha membujuk guru yoga — yang kaya raya dan memiliki sebuah pulau di Skotlandia — itu untuk membatalkan aksinya, namun tidak berhasil.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kampanye anti korupsi Ramdev ini membuat malu pemerintah, yang belum lama terbelit skandal korupsi proyek Commonwealth Games dan telekomunikasi dengan merugikan negara hingga 39 milyar dolar.

Sementara itu para pengamat yakin, Swami Ramdev tidak akan benar-benar melakukan puasa atau mogok makan hingga mati, sebab ia sendiri memiliki kepentingan politik.

Seperti halnya Hazare, para pengamat lain percaya, Ramdev akan menghentikan aksinya begitu ia merasa telah mendapatkan kemenangan moral, yang cukup baginya untuk menarik simpati pemilih terkait dengan keikutsertaannya dalam pertarungan politik pada pemilihan umum tahun 2014 mendatang.

Para pengkritik juga mengaitkan Swami Ramdev dengan kelompok radikal nasionalis Hindu.

Koran Hindu bahkan melaporkan bahwa aksi Ramdev itu telah dipersiapkan beberapa bulan sebelumnya. Layar-layar televisi lebar menayangkan sesi meditasi dan pidato-pidato Ramdev. Air dalam jumlah banyak juga sudah dipersiapkan sedemikian rupa untuk mengantisipasi hawa panas yang menyengat.

Skandal korupsi membuat para politisi di pemerintahan sulit menaikkan harga bahan pangan dan minyak, karena takut akan menyulut aksi rakyat, seperti yang terjadi di kawasan Arab. Jika rakyat bergejolak, tentu yang diuntungkan adalah kelompok-kelompok penentang pemerintah seperti Swami Ramdev dan pengikutnya.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendidikan Islam Tak Mencetak Koruptor!
Tulisan selanjutnya Presiden Yaman Kecam Serangan Suku Hashed

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?