Hidayatullah.com–Pengadilan tinggi Inggris hari Jum’at memutuskan untuk membebaskan pemimpin Islamic Movement (Gerakan Islam) Syeikh Raed Salah, yang telah ditahan di Inggris lebih dari dua pekan.
Hakim Nicholas Stadlen memberikan Salah kebebasan setelah membayar uang jaminan, dengan syarat harus mengenakan gelang pengenal elektronik dan tidak boleh ke luar malam, lapor diri setiap hari ke petugas imigrasi dan tinggal di rumah seorang teman di London.
Salah idak akan dibebaskan hingga Senin malam, untuk memberikan waktu bagi petugas memeriksa alamat jaminan pembebasan bersyarat.
Syeikh Raed Salah, 52, ditahan sejak 28 Juni saat melakukan kunjungan resmi ke Inggris, memenuhi undangan oleh Middle East Studies Center dan Palestinian Forum. Dia ditahan atas perintah Menteri Dalam Negeri Theresa May.
Hakim juga melarang Salah berbicara di depan publik dan aktivitas apapun yang “memupuk” terorisme atau aktivitas kriminal.
Sebuah surat dari pemerintah dikeluarkan tentang deportasi Salah dari wilayah Inggris, setelah ia dinyatakan dilarang masuk negara itu. Pihak imigrasi mengatakan tidak tahu bagaimana ia bisa masuk ke Inggris.
Pihak panitia di Inggris yang mengundang Salah sebelumnya menyatakan bahwa aktivis Palestina di Israel itu masuk dengan paspor resmi dan lewat bandara internasional di London, jadi mustahil imigrasi tidak mengetahui bagaimana Salah masuk ke Inggris.
Islamic Movement menilai, perintah deportasi atas Salah merupakan keputusan Inggris yang dibuat atas dorongan Zionis Israel.*