Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tentara Inggris Menyiksa Mati Warga Sipil Iraq

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 8 September 2011 23:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Penyelidikan independen atas kasus kematian warga sipil Iraq Baha Mousa menyimpulkan bahwa tentara Inggris yang bertugas di Iraq memukul mati warga sipil dalam aksi yang disebut tidak pada tempatnya dan merupakan aksi kekerasan.

Ketua tim penyelidik Sir William Gage mengatakan serangan terus menerus terhadap seorang karyawan hotel Iraq, Baha Mousa dan sembilan tahanan lainnya meninggalkan noda besar di angkatan bersenjata Inggris.

“Insiden seperti itu seharusnya tidak terjadi dan tidak pernah terjadi lagi,” kata Sir William ketika menerbitkan laporan akhir setebal 1.366 halaman, Kamis (8/9).

Baha Mousa dan sembilan orang lainnya ditangkap di Basra, Iraq pada 2003 dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan tiga tentara Inggris meski kemudian tuduhan tersebut terbukti tidak benar.

Baha Mousa, ayah dari dua orang anak, meninggal dunia dua hari setelah ditangkap oleh tentara Inggris dari batalion pertama The Queen’s Lancashire Regiment (1QLR).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan penyelidikan menyebutkan kematian Mousa disebabkan kombinasi antara lemahnya kondisi fisik dan penderitaan akibat penyiksaan pada saat-saat terakhir.

Laporan ini mengatakan seorang tentara Inggris, Donald Payne melancarkan serangan kejam terhadap Mousa pada menit-menit terakhir sebelum meninggal, dengan cara menghantam dan mungkin menendangnya, dan menggunakan metode pengekangan yang berbahaya.

Sir William menambahkan “sejumlah tentara menyerang Mousa dan tahanan-tahanan lain dan banyak tentara termasuk perwira tinggi pasti mengetahui kejadian itu.

Dia mengecam anggota batalion karena “kurang mempunyai keberanian moral untuk melaporkan penyiksaan”. Laporan mengecam keras tentara dan jalur komando yang terlibat dalam kasus ini.
 
Pengacara keluarga korban, Phil Shiner menyerukan agar tentara yang terlibat diadili

Menteri Pertahanan Inggris mengatakan kasus ini sangat memalukan. Adapun Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan kematian Baha Mousa merupakan kejadian yang benar-benar mengejutkan dan mengerikan.

Perdana menteri mengatakan angkatan darat Inggris harus memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Angkatan darat Inggris harus menjunjung standar tinggi,” kata Cameron.

“Bila ada ada bukti lebih lanjut dari penyelidikan ini yang memerlukan tindakan, maka harus diambil langkah yang diperlukan,” tambahnya.

Salah seorang pengacara keluarga korban dalam penyelidikan di Inggris, Phil Shiner, mengatakan kepada BBC bahwa sejumlah tentara yang disebutkan dalam laporan akhir ini harus diadili dalam kasus kejahatan perang dan perlakukan tidak manusiawi.

Dia mengatakan terdapat ratusan kasus lain atau kasus serupa yang melibatkan satuan berbeda-beda dan yang perlu ditangani melalui penyelidikan independen.

Baha Mousa meninggalkan dua putera yang masih kecil, sedangkan isterinya meninggal dunia sebelum penangkapan Mousa.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di China, Menolong Justru Ketiban Sial
Tulisan selanjutnya Pemukim Yahudi Corat-Coret Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma

Berita
12 Juli 2026 11:25
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump

Terbaru

  • Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
  • Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?