Hidayatullah.com–Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negara-negara Barat menggunakan standar ganda dalam masalah senjata nuklir Israel.
Dalam wawancaranya dengan CNN hari Ahad (25/9), Erdogan mengingtkan bahwa Israel adalah satu-satunya pemain di Tumur Tengah yang memiliki nuklir.
“Mengapa negara-negara yang melarang Iran memiliki senjata nuklir, juga tidak melarang Israel untuk memiliki senjata nuklir?” katanya menegaskan.
Turki menurunkan tingkat hubungan diplomatiknya dengan Israel, setelah Zionis menolak untuk meminta maaf atas serangan yang dilakukannya terhadap Freedom Flotilla yang mengakibatkan 9 warga Turki meninggal dunia dan puluhan aktivis lainnya terluka pada 31 Mei 2010.
Dalam wawancara itu, Erdogan juga menyinggung keputusan Turki untuk menempatkan salah satu komponen sistem perlindungan roket milik NATO yang disebutnya sebagai “konsep NATO.”
Erdogan juga mendesak agar semua orang melihat “apa yang sebenarnya menjadi realitas” dan tidak membuat interpretasi yang beraneka macam tentang keputusan Turki dalam masalah penempatan sistem penangkal roket tersebut.*