Hidayatullah.com–Duta besar Amerika Serikat Robert Ford dilempari tomat dan telur oleh para pendukung Presiden Bashar Al Assad, saat ia bertemu dengan para tokoh oposisi Suriah di Damaskus.
Politisi Veteran Hassan Abdul Azim, pemimpin Partai Sosialis Demokrat yang dilarang, mengatakan kedatangan duta besar ke kantornya hari Kamis (29/9) menyebabkan demonstrasi.
“Mereka protes di jalan dan di pintu masuk gedung. Mereka mencoba menerobos ke kantor saya, namun tidak berhasil,” katanya seperti dikutip kantor berita AFP.
Ford, yang dituduh memicu kerusuhan, terperangkap di dalam gedung selama paling tidak dua jam. Abdul Azim mengatakan sekitar 100 pendukung mencoba masuk ke kantornya saat Ford tiba dan kemudian mengepungnya.
Ia mengatakan kepada kantor berita Associated Press pasukan keamanan tiba setelah tiga jam dan Ford dalam keadaan selamat.
Kedutaan Amerika memastikan dalam satu pernyataan kepada AFP bahwa Ford telah kembali dengan selamat ke kedutaan.
Sebelumnya, Ford juga pernah membuat marah Damaskus, karena mengunjungi kota Hama dengan menteri dari Prancis Juli lalu. Kedutaan Prancis dan Amerika Serikat diserang oleh pendukung presiden Assad setelah kunjungan tersebut.
“Pernyataan baru-baru ini dari pejabat pemerintah Amerika…jelas menunjukkan bahwa Amerika Serikat terlibat dalam mendorong kelompok bersenjata untuk melakukan kekerasan terhadap tentara Suriah,” kata kementerian luar negeri dalam pernyataannya.
Pernyataan itu diperkirakan mengacu pada komentar yang dilontarkan oleh juru bicara departemen luar negeri Amerika, Mark Toner yang mengatakan Selasa lalu (26/9) “tidak mengejutkan” bahwa pihak oposisi menggunakan kekerasan terhadap militer.*