Hidayatullah.com–Sebuah kesatuan militer yang beraliansi dengan pemerintah sementara Libya yang baru, mengatakan hari Rabu (05/10/2011) bahwa mereka menemukan sebuah kuburan massal berisi ratusan mayat di Tripoli.
Mayat-mayat yang dikubur, diyakini sebagai korban kekacauan yang terjadi akibat bentrokan bersenjata antara kelompok pemberontak bersenjata dengan pasukan pendukung Muammar Qadhafi.
Naji Al Issawi, seorang komandan kesatuan di dewan militer Tripoli, menunjukkan dua mayat yang dikeluarkan dari kuburan massal itu kepada para watawan. Menurutnya, di sana terdapat sekitar 200-300 mayat.
Issawi mengatakan, penggalian atas makam yang terletak di distrik Gargarish itu akan segera dimulai, untuk mengidentifikasi mayat.
Menurut seorang petugas makam, mayat-mayat yang dikubur di tempat itu diambil dari jalanan dan rumah sakit. Mereka korban meninggal akibat bentrokan antara pasukan Qadhafi dengan pemberontak yang menyerang Tripoli akhir Agustus lalu.
Issawi mengatakan, kuburan massal lainnya berisi sekitar 700 mayat juga telah ditemukan di ibukota.
Sejak Muammar Qadhafi digulingkan, ada belasan tempat yang diidentifikasi sebagai kuburan massal. Salah satunya adalah kuburan massal dari sekitar 1.200 penghuni penjara Abu Salim yang diyakini dibantai pada tahun 1996.
Terdapat laporan yang simpang-siur bagaimana kuburan-kuburan massal itu terbentuk. Bahkan anggota Dewan Transisi Nasional pun tidak memiliki pendapat yang sama.
Sebagimana dilansir Reuters, kelompok Human Rights Watch asal New York mendesak Dewan Transisi Nasional agar menghentikan penggalian kuburan-kuburan massal itu. Sebab, tanpa tehnik forensik yang benar, sulit untuk mengidentifikasi mayat-mayat yang terkubur di sana.*
Keterangan foto: Petugas sedang menggali makam, untuk menunjukkan kepada wartawan mayat korban kerusuhan yang dikubur di sana.[Reuters]