Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Merkel: Virus Baru Merajalela Jerman Harus Lockdown

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Maret 2021 19:18 7:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Maret 2021 19:18
Bagikan
Covid 19
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah com—Jerman memperpanjang kebijakan lockdown hingga pertengahan April dan memberlakukan sejumlah pembatasan baru, termasuk perayaan publik semasa Paskah, guna menekan laju pertambahan infeksi coronavirus.

Dilansir Associated Press, hari Selasa (23/3/2021) pagi usai berbicara panjang lewat sambungan video dalam rapat dengan 16 kepala negara bagian, Kanselir Angela Merkel mengumumkan bahwa lockdown yang sebelumnya ditetapkan sampai 28 Maret diperpanjang sampai 18 April.

Infeksi coronavirus terus merangkak naik di Jerman setelah varian Inggris menjadi dominan.

“Pada dasarnya kita mengalami pandemi baru,” kata Merkel kepada reporter di Berlin.

“Esensinya kita memiliki virus baru, yang tipenya jelas sama tetapi karakteristiknya sama sekali berbeda,” imbuhnya. “Secara signifikan lebih mematikan, lebih mudah menular (dan) bertahan lebih lama.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rapat terakhir tiga pekan lalu sejumlah negara bagian berusaha menghindari agar lockdown tidak diberlakukan lagi.

“Sayangnya, kita harus menggunakan rem darurat ini,” kata Merkel.

Hari Senin tingkat infeksi per 100.000 orang mencapai 107 di tingkat nasional, naik dari 60-an tiga pekan lalu.

Para petinggi negeri itu sepakat kebanyakan aktivitas masyarakat dihentikan 1-3 April dan selama libur Paskah itu kebanyakan toko harus tutup. Kerumunan publik akan dilarang pada 1-5 April, untuk mendorong orang tetap tinggal di rumah.

Di tengah kekhawatiran peningkatan perjalanan untuk berlibur, pihak berwenang sepakat siapa saja yang akan melakukan perjalanan udara ke Jerman harus menjalani tes Covid-19.

Dalam rapat hari Selasa itu, pihak berwenang sepakat untuk menawarkan tes gratis untuk semua pelajar dan guru di sekolah Jerman.

Per hari Ahad, Jerman baru menyuntik setidaknya dosis pertama vaksin ke 9% dari penduduknya, sedangkan yang sudah lengkap 2 dosis hanya 4%.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19Jermanlockdown
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Australia Darurat Banjir 18.000 Orang Dievakuasi
Tulisan selanjutnya Ratusan Orang Hilang Usai Kebakaran Besar di Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?