Hidayatullah.com—Al Azhar memutuskan pelarangan peredaran mushaf China yang beredar di Mesir, karena adanya kesalahan-kesalahan dalam penulisan ayat Al Qur`an. Hal itu karena mereka tidak meminta Al Azhar untuk melakukan pengoreksian terlebih dahulu, sebagaimana diberitakan Syarq Al Ausath (11/10/2011).
Dziya’ Ad Din, Direktur Komite Penulisan dan Penerjemahan Al Azhar yang bertanggung jawab untuk menerbitkan perizinan cetakan mushaf menyatakan, bahwa Al Majma Al Buhuts Al Islamiyah, lembaga riset Islam Al Azhar melarang beredarnya mushaf China.
Dziya’ Ad Din menjelaskan, ”Hal itu disebabkan karena China mencetak mushaf dengan kertas yang bagus dengan teknologi canggih, kemudian dipasarkan di Mesir dengan harga murah. Itu dilakukan oleh beberapa pihak yang tidak memiliki nurani, hingga mereka mengimpor mushaf-mushaf itu tanpa meneliti. Dan kita menemui banyaknya kesalahan yang cukup berat.”
China sendiri menurut Dziya’ belum mengajukan kepada Al Azhar untuk melakukan pemeriksaan terhadap Al Qur`an yang mereka cetak. Sedangkan Al Azhar sendiri merupakan rujukan dalam pengorkesian catakan Al Qur`an selain Majma’ Malik Fahd Arab Saudi.*