Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rusia: Barat Provokasi Pemberontakan di Suriah

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 22 November 2011 06:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Inggris William Hague, hari Senin (21/11/2011) menyerukan agar kelompok oposisi Suriah bersatu guna menggulingkan Presiden Bashar Al Assad. Hal itu dikecam oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Dilansir Xinhua, Selasa (22/11/2011), Lavrov mengatakan, “Sementara sejauh ini Liga Arab mendesak agar kekerasan dihentikan dan memulai dialog, negara-negara Barat dan beberapa negara lainnya justru menyeru pada kelompok oposisi untuk menghindari dialog dengan rezim Bashar Al Assad.”

“Ini kelihatan seperti provokasi politik dalam skala internasional,” tegas Lavrov.

Menurut Lavrov, yang dibutuhkan Suriah adalah desakan untuk menghentikan kekerasan dan melakukan dialog antara kelompok pemerintah dengan oposisi, dan bukan provokasi seperti yang dilakukan oleh negara-negara Barat.

Lebih lanjut Lavrov mengingatkan bagaimana permulaan tragedi di Libya bisa terjadi. Ia juga juga menegaskan bahwa pelanggaran terhadap hukum internasional dan otoritas dari PBB tidak boleh dibiarkan terjadi lagi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagaimana diketahui, negara-negar Barat memanfaatkan resolusi DK-PBB tentang zona larangan di Libya yang ditujukan untuk melindungi warga sipil, sebagai alat pendongkel penggulingan rezim Muammar Qadhafi. Wewenang pengawasan zona larangan terbang DK-PBB itu diberikan kepada NATO.

Pernyataan dukungan penggulingan Assad disampaikan pada hari Senin, setelah Wiliam Hague bertemu dengan perwakilan dari kelompok oposisi Suriah di London. Hague mengatakan, “Penting bagi kelompok-kelompok oposisi untuk dapat mengesampingkan perbedaan di antara mereka dan bersatu untuk melangkah maju.”

Meskipun mendorong kelompok oposisi untuk memberontak, namun Hague mengatakan bahwa Inggris belum siap mengakui oposisi Suriah sebagai pemerintah sah rakyat Suriah.

“Kami belum mencapai titik pengakuan resmi, antara lain karena tidak ada satu dewan sebagaimana yang ada di Libya. Mereka tidak memiliki kontrol atas wilayah Suriah seperti dewan di Libya, dan komunitas internasional belum mengakuinya,” kata Hague.

Pernyataan dari Inggris dan Rusia itu muncul setelah koran Inggris Sunday Times memuat wawancaranya dengan Bashar Al Assad, di mana presiden Suriah itu mengatakan bahwa negaranya tidak akan tunduk terhadap tekanan-tekanan dari luar, yang mendesaknya untuk mundur.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallim mengatakan, sejumlah negara Arab menggunakan Liga Arab untuk menyeret masalah Suriah ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun, ia menenkankan bahwa “tidak akan ada perang saudara, meskipun mereka berusaha untuk menyulutnya … berkat kewaspadaan dari rakyat Suriah.”*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bertasbih di Titik Kulminasi Nol Derajat
Tulisan selanjutnya Azerbaijan dan AS Perluas Kerjasama Militer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS

Berita
24 Oktober 2026 14:30
Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
Kelompok Hacker Handala Bobol Sistem ‘Israel’, Curi 150 GB Dokumen Sensitif
Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
Yordania Gempur Sel Teroris di Suriah Menyusul Serangan atas Gereja di Karak

Terbaru

  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
  • Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
  • Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina
  • Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
  • Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
  • LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
  • Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?