Hidayatullah.com–Dua hari sebelum peringatan peristiwa bom bunuh diri di Stockholm, pemerintah Swedia meluncurkan rencana berisi15 aksi untuk memerangi ekstrimisme, Jum’at (09/12/2011).
“Saya bangga mempersembahkan rencana aksi pertama Swedia melawan kekerasan ektrimisme, kita harus mempertahankan pondasi demokrasi,” kata Menteri Demokrasi Brigitta Ohlsson dalam konferensi pers, dukutip Xinhua (10/12/2011).
Bom bunuh diri terjadi di Stockholm pada 11 Desember 2010, di mana pelakunya Taimour Abdulwahab tewas dalam peristiwa itu.
Menurut Ohlsson, tiga kelompok ekstrim menjadi sasaran utama rencana aksi tersebut, yaitu gerakan white power yang menjunjung supremasi orang kulit putih, kelompok otonomi kiri dan Islam garis keras.
Rencana aksi itu terdiri dari 15 tindakan. Dana sebesar SEK 62 juta atau sekitar USD 9,2 juta telah dipersiapkan untuk merealisasikannya di tahun 2012-1014.
Ohlsson menjelaskan, tindakan pencegahan ekstrimisme antara lain dilakukan dengan memberikan dukungan kepada kegiatan kemasyarakatan yang mendukung nilai demokrasi di kalangan pemuda, kerjasama pencegahan aksi kekerasan di tingkat lokal dan mengkaji bagaimana cara agar pemuda bisa dilindungi dari pengaruh pesan anti demokrasi di internet.
Organisasi yang terlibat dalam rencana aksi itu termasuk Badan Urusan Kepemudaan Nasional Swedia, Dewan Media Swedia dan Dewan nasional Pencegahan Kejahatan.*
Keterangan foto: Gerakan White Power Swedia dikawal polisi saat turun ke jalan.