Hidayatullah.com–Dewan Tertinggi Militer menyampaikan penyesalannya atas perlakuan melampaui batas yang dilakukan oleh pasukan keamanan terhadap perempuan-perempuan Mesir selama aksi demonstrasi beberapa hari terakhir ini di jantung kota Kairo.
Dewan Militer menekankan penghormatan dan penghargaannya kepada seluruh perempuan Mesir dan hak mereka dalam demonstrasi. Perempuan Mesir juga memiliki partisipasi positif dan aktif dalam ranah politik.
Di samping itu, Dewan Militer juga menyatakan telah mengambil tindakan hukum atas oknum petugas keamanan yang telah melanggar batas terhadap perempuan dalam demonstrasi.
Hari Selasa (20/12/2011) kemarin, ratusan perempuan Mesir melakukan aksi unjuk rasa menentang tindakan aparat keamanan yang telah bertindak melampaui batas terhadap perempuan dalam demonstrasi.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Dewan Militer mengatakan bahwa Mesir tengah menghadapi masa-masa penting dalam sejarahnya, yang mengharuskan semua pihak untuk menjunjung solidaritas dan menolak kekerasan serta segala jenis perselisihan. Dewan Militer juga menghimbau seluruh rakyat Mesir agar menyelesaikan pemilu legislatif yang masih menyisakan satu tahapan lagi.
Dewan Militer juga mengajak kepada seluruh rakyat Mesir untuk berdialog dan negosiasi yang diwakili oleh partai politik, guna mencari solusi untuk stabilitas dalam negeri. Dewan menegaskan bahwa keamanan Mesir adalah tanggung jawab seluruh rakyatnya.
Namun di sisi lain, Sameh Naguib, salah satu penggerak demonstrasi mengatakan bahwa tujuan utama para demonstran adalah untuk menurunkan Dewan Militer dari kekuasaan tertinggi di Mesir saat ini.*