Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Tidak Minta Maaf Soal Serangan Udara ke Pakistan

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 23 Desember 2011 22:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Militer Pakistan hari Jum’at menolak penyelidikan yang dipimpin Amerika Serikat tentang serangan udara AS atas pos militer di wilayah perbatasan negaranya belum lama ini.

“Militer Pakistan tidak setuju dengan temuan penyelidikan AS/NATO yang dilaporkan di media. Laporan penyelidikan itu kurang fakta-fakta,” kata militer dalam pernyataannya, dikutip Al Arabiya (23/12/2011).

Hasil penyelidikan AS dan sekutunya menyebutkan bahwa baik pihak Amerika Serikat maupun Pakistan sama-sama melakukan kesalahan yang berakibat pada tragedi serangan udara AS.

Menurut penyelidik AS/NATO, peristiwa berdarah 25-26 Nopember itu terjadi akibat kesalahan dalam komunikasi dari kedua belah pihak. Di mana AS dan Pakistan tidak memberikan informasi yang tepat tentang rencana operasi militer dan lokasi para serdadu mereka.

Meskipun AS mengakui sebagian dari kesalahan dan melimpahkan sebagian kesalahan lainnya pada Pakistan, Washington tidak meminta maaf.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Pentagon, Brigjen Stephen Clark, perwira angkatan udara yang memimpin penyelidikan mengatakan bahwa pasukan Amerika Serikat memang menembak lebih dahulu, tapi itu dilakukan untuk membela diri.

Islamabad yang menolak bergabung dalam tim penyelidikan, tidak bersedia langsung memberikan tanggapan.

“Tanggapan resmi akan diberikan saat laporan resmi telah diterima,” kata militer Pakistan.

Pakistan menutup pintu perbatasannya pada 26 Nopember beberapa jam setelah pos perbatasannya dibombardir Amerika Serikat sehingga 24 tentaranya tewas. Akibat penutupan itu, suplai logistik pasukan NATO di Afghanistan terganggu. Pakistan juga memboikot konferensi internasional di Bonn guna membahas masa depan Afghanistan.

Selain itu, pemerintah memerintahkan AS meninggalkan pangkalan udara Shamsi, yang dikkeritakan secara luas dipakai sebagai basis serangan pesawat tak berawak CIA untuk menggempur Taliban dan Al Qaida di wilayah Pakistan dan Afghanistan.

Insiden serangan udara AS itu memperparah hubungan dengan Pakistan yang sudah memburuk, sejak pasukan khusus AS melakukan operasi pembunuhan Usamah bin Ladin di Pakistan.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Bangga Menjadi Kristen Radikal”
Tulisan selanjutnya TV Pemerintah Dituding Picu Kerusuhan Mesir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?