Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pabean Jerman Sita Asesoris Senpi Asal Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juni 2019 10:19 10:19 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juni 2019 10:19
Bagikan
Asesoris senpi yang disita antara lain teropong laser, senter taktis dan gagang pistol yang dilengkapi laser. Ketiganya dinyatakan terlarang di Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Setengah ton asesoris senjata api yang dikirim dari Amerika Serikat dengan tujuan Austria telah disita oleh petugas pabean Jerman akhir Mei, setelah dokumen pengiriman yang diperlukan hilang, kata seorang jubir pabean hari Jumat (7/6/2019).

Kiriman paket itu, yang terdiri dari asesoris berbagai macam jenis senjata api sudah dinyatakan sah oleh Bandara Frankfurt untuk dikirim dengan truk kepada seorang dealer senjata api di Austria, kata Christine Strass seperti dilansir DW.

Jubir itu mengatakan barang-barang yang disita antara lain teropong laser, senter taktis dan gagang pistol yang dilengkapi laser. Ketiga jenis asesoris senjata api itu dinyatakan terlarang di Jerman.

“Asesoris-asesoris senjata semacam itu sangat meningkatkan akurasinya dan menjadikan senjata aslinya semakin berbahaya. Alasan inilah yang membuat undang-undang mengelompokkan perlengkapan khusus semacam itu, yang sebenarnya hanya asesoris, ke dalam ‘senjata terlarang’ juga,” kata Strass.

Isi paket lainnya terdiri dari teropong, rangefinder (pengukur jarak target), teleskop dan perlengkapan-perlengkapan kecil. Meskipun barang-barang itu tidak termasuk yang dinyatakan terlarang oleh undang-undang Jerman, tetapi barang tersebut tidak disertai dokumen lengkap sehingga tidak diperbolehkan lewat alias disita, kata Strass.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jerman dan Uni Eropa memiliki undang-undang yang ketat berkaitan dengan kepemilikan senjata api, yang mana pemilik senpi diharuskan memenuhi sejumlah kriteria.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaJermansenjata api
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aa Gym Ajak Istiqamah Jaga Semangat Ramadhan
Tulisan selanjutnya Empat Juta Orang Tinggalkan Venezuela Sejak 2015

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?