Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berhemat, Militer AS Pilih Fokus ke Asia

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 27 Januari 2012 03:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pejabat Pentagon hari Kamis (26/01/2012) memaparkan rencana pemangkasan anggaran pertahanan untuk sepuluh tahun mendatang sebesar USD487 milyar, dengan cara antara lain mengurangi jumlah pasukan darat, memperlambat pembelian pesawat tempur siluman terbaru dan mempensiunkan pesawat dan kapal-kapal tempur tua.

Pentagon akan mengalihkan pusat perhatiannya dari perang di Iraq dan Afghanistan kepada tantangan masa depan di Asia, Timur Tengah dan juga di dunia maya. Pasukan pelaksana operasi khusus seperti Navy SEALS yang membunuh Usamah bin Ladin akan disiagakan di seluruh dunia.

“Kami percaya ini merupakan paket yang lengkap dan seimbang,” kata Menteri Pertahanan Leon Panetta, dalam konferensi pers yang digelar bersama pimpinan angkatan bersenjata AS Jenderal AD. Martin Dempsey, dikutip Reuters.

Menurut Dempsey, militer bersatu mendukung strategi pertahanan AS yang baru.

“Masalah anggaran ini merupakan langkah awal – ini merupakan uang muka– saat kami berpindah dari penekanan pada perang hari ini menuju persiapan menghadapi tantangan di masa depan,” kata Dempsey, seraya menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tidak akan melemahkan kekuatan militer AS.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Untuk tahun anggaran 2013 Panetta menjelaskan, Pentagon akan meminta anggaran sebesar USD525 milyar, ditambah USD88 milyar lainnya untuk operasi militer di Afghanistan. Jumlah total keduanya lebih rendah sekitar USD33 milyar dibanding belanja militer Pentagon tahun lalu.

Meskipun dikurangi, anggaran Pentogon akan dinakkan hingga USD567 milyar pada tahun 2017.

Langkah penghematan yang dilakukan Pentagon antara lain mengurangi jumlah pasukan angkatan darat sebanyak 80.000 personel dari jumlah awal hari ini 570.000 menjadi 490.000 pada tahun 2017. Jumlah itu masih agak lebih banyak dibanding jumlah tentara pada saat terjadi peristiwa 9/11.

Korps Marinir akan dikurangi dari 202.000 menjadi 182.000, dengan jumlah personel tetap lebih banyak dibanding saat terjadi 9/11.

Angkatan udara akan mempensiunkan antara lain dua lusin pesawat kargo C-5A dan 65 buah pesawat kargo C-130 yang paling tua.

Sekitar 11 kapal pengangkut pesawat tempur tetap akan dipertahankan, sementara tujuh kapal induk lainnya akan diistirahatkan lebih cepat dari jadwal semula. Sementara pembelian kapal perang baru, termasuk kapal selam Virginia akan ditunda.

Pembelian pesawat F-35 di semua angkatan juga akan diperlambat.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Peringatkan Al Maliki Agar Demokratis
Tulisan selanjutnya Din Minta KPK Tidak Ragu Selesaikan Bank Century

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?