Hidayatullah.com—Taliban Afghanistan hari Rabu (01/02/2012) mengatakan bahwa mereka tidak akan menyetujui gencatan senjata sebagai syarat untuk melangsungkan perundingan damai seagaimana yang diusulkan Amerika Serikat.
“Perjuangan dan jihad kami akan berlanjut hingga kami berhasil menempatkan pemerintahan Islam di Afghanistan, tanpa memperhatikan tahun 2014 atau 2015 saat pasukan asing meninggalkan Afghanistan,” kata Qari Yusuf Ahmadi, jurubicara Taliban, dikutip Reuters.
Bulan lalu, Taliban mengumumkan akan membuka kantor perwakian di ibukota Qatar, Doha, sebagai bagian dari rencana pembicaraan damai dengan Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan NATO yang bocor ke media, termasuk yang dilansir koran London, Times, disebutkan bahwa Taliban yang didukung pemerintah Pakistan akan mengambil alih kendali setelah pasukan NATO ditarik mundur dari Afghanistan.
Marc Grossman utusan khusus Amerika Serikat untuk Afghanistan dan Pakistan, saat berkunjung ke Kabul Januari lalu mengatakan, untuk menambah keyakinan proses perundingan damai dan pengalihan tahanan Taliban dari AS ke Afghanistan, pihak Taliban harus setuju untuk melakukan gencatan senjata dan menolak memberikan dukungan untuk Al Qaidah.*