Hidayatullah.com–Presiden Afghanistan Hamid Karzai berada di Pakistan untuk membicarakan upaya mengajak Taliban dalam proses perdamaian.
Karzai diperkirakan juga akan mengangkat laporan-lrapoan yang menyebut bahwa personil militer Pakistan ikut mendukung Taliban.
Sementara Presiden Iran Mahmoud Ahmadinjead juga akan bergabung dengan pemimpin Afghanistan dan Pakistan ini untuk membicarakan perdagangan.
Karzai sebelumnya mengatakan kepada koran Wall Street Journal terbitan New York bahwa ia telah memulai diskusi dengan Taliban.
“Sudah ada kontak antara pemerintah Amerika Serikat dan Taliban, dan juga kontak antara pemerintah Afghanistan serta Taliban,” kata Karzai dalam wawancara yang diterbitkan Kamis (16/02/2012), seperti dikutip BBC.
“Dan sudah ada kontak pula antara kami semua, termasuk Taliban,” tambahnya.
Ia mengatakan kerja sama Pakistan akan sangat memudahkan proses perundingan.
Amerika Serikat, Afghanistan, dan Taliban selama ini membicarakan kemungkinan melakukan perundingan damai dengan kemungkinan akan digelar di Qatar.
Namun Wall Street Journal melaporkan Karzai menolak merinci pertemuan itu.
“Sudah ada kontak antara pemerintah Amerika Serikat dan Taliban, dan juga kontak antara pemerintah Afghanistan serta Taliban.”
Karzai sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri, Yousuf Raza Gilani, di Islamabad.
Para analis mengatakan ia kemungkinan meminta bantuan untuk bertemu dengan pemimpin Taliban yang diperkirakan berada di Pakistan.
Pemimpin Afghanistan ini memiliki hubungan baik dengan para politisi sipil Pakistan namun hubungan militer kedua belah pihak sering tegang menyusul tuduhan bahwa tentara Islamabad mendukung Taliban.
BBC di Islamabad, mengatakan, perundingan tentang Taliban kemungkinan akan tersela dengan tibanya Ahmadinejad.
Para diplomat Afghanistan dan Pakistan mengatakan agenda tiga pihak diharapkan akan tetap dipusatkan pada perdagangan dan cara mengatasi masalah obat bius.
Namun Maqbool mengatakan Ahmadinejad -yang berupaya mendapatkan dukungan di tengah ketegangan dengan Israel- kemungkinan juga memiliki agenda lain. Namun sampai berita ini diturunkan, tak ada pernyataan resmi dari pihak Taliban.*