Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Davutoglu: Turki Bukan Kamp Konsentrasi, Tidak Selamanya Tampung Migran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2015 11:13 11:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Oktober 2015 21:47
Bagikan
Pengungsi Suriah di Erdine bergerak menuju pintu perbatasan Turki-Yunani.
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Ahmet Davutoglu hari Senin (19/10/2015) mengatakan bahwa negaranya “bukan sebuah kamp konsentrasi” dan tidak akan menampung para migran selamanya.

“Kami tidak bisa terima pemahaman seperti ‘beri kami uang dan mereka akan tinggal di Turki’. Turki bukan sebuah kamp konsentrasi,” kata Davutoglu dalam sebuah wawancara yang disiarkan langsung di televisi, sehari setelah bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel guna membahas krisis migran yang saat ini sedang dialami Turki dan negara-negara tetangganya anggota Uni Eropa.

Pernyataan itu dikemukakan oleh Davutoglu menanggapi permintaan Uni Eropa agar Turki ikut mencegah para migran membanjiri negeri mereka.[Baca berita sebelumnya: Jerman perketat aturan bagi pencari suaka] https://hidayatullah.com/berita/internasional/read/2015/10/16/81039/jerman-perketat-aturan-bagi-pencari-suaka.html

“Saya juga mengatakan hal ini kepada Merkel. Tak seorang pun boleh beranggapan Turki akan berubah menjadi sebuah kamp konsentrasi di mana semua pengungsi akan tinggal di dalamnya,” kata Davutoglu seperti dikutip AFP.

Menurut Davutoglu, pembicaraannya dengan Merkel membuahkan hasil positif di mana pemerintah meminta untuk dilakukannya liberalisasi visa. Dan sebagai imbal baliknya Davutoglu setuju imigrasi ilegal harus dikendalikan secara ketat. Dan untuk itu Turki-Jerman akan membuat sebuah mekanisme bersama guna mengatasi arus pengungsi Suriah dan negara lainnya yang menjadikan Turki sebagai pintu masuk menuju Eropa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami bicara tentang 3 milyar euro sebagai ‘uang segar’ tetapi jumlah itu tidak baku. Kebutuhan (finansial) kami mungkin akan bertambah,” kata Davutoglu.

Dalam kunjungannya ke Turki, Kanselir Merkel pada hari Ahad (18/10/2015) mengatakan bahwa dirinya sangat optimis dengan kemajuan yang akan dicapai dalam upaya mengatasi krisis pengungsi saat ini, setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan PM Davutoglu.

Brussel pekan lalu menawarkan Turki bantuan finansial dan akselerasi penerimaan Turki sebagai anggota Uni Eropa serta janji-janji manis lainnya, agar pemerintah Ankara memperketat perbatasannya, sehingga para pengungsi tidak mudah keluar-masuk.

Lebih dari 630.000 orang telah menapakkan kakinya di pantai-pantai Eropa tahun ini, kebanyakan dari mereka melakukan perjalanan berbahaya menyeberangi laut dari Turki ke Yunani.

Davutoglu bersikukuh Uni Eropa harus melakukan tindakan yang menjadi bagiannya lebih dahulu, sebelum Turki memainkan peran bagiannya.

“Di masa lalu, Uni Eropa mendapat apa-apa yang diinginkannya, tetapi tidak memenuhi janji-janjinya. Liberalisasi visa harus dilaksanakan,” kata Davutoglu merujuk permintaan Ankara agar warganegara Turki diberikan akses bebas memasuki zona Schengen Uni Eropa.

Schengen Area mencakup 26 negara anggota Uni Eropa yang telah menghapuskan paspor dan dokumen lain yang biasa diperlukan orang untuk melakukan perjalanan lintas negara. Pada saat yang sama negara-negara tersebut bekerjasama menjaga perbatasan mereka dengan negara anggota non-Schengen. Jika Turki menjadi anggota Uni Eropa, maka berpeluang ikut dalam Schengen Area tersebut.

“Kami menuntut penghapusan visa Schengen (bagi warga Turki) dan mendapat tanggapan positif. Itu akan terwujud pada Juli 2016, negosiasi-negosiasi masih berlanjut. Hal ini akan mulai tampak jelas di awal 2016,” kata Davutoglu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nu’man Terpilih Sebagai Ketua Alumni PERSIS Bangil Jabodetabek
Tulisan selanjutnya Mendagri Jerman Imbau Warga Tidak Terpengaruh Anti-Muslim PEGIDA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?