Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berdalih Membantu, Ujungnya Minta Imbalan Minyak Somalia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2012 21:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— “There no ain’t such thing as a free lunch” (Tidak ada makan siang gratis), kalimat ini cocok untuk melihat ulah Negara-negara Barat, khususnya Inggris memperlakukan Somalia.  Kabar terbaru menunjukkan, pemerintah Inggris berharap mendapat tempat di sektor industri energi Somalia dengan menjanjikan bantuan kemanusiaan, keamanan, dan rekonstruksi.

Koran Inggris, The Guardian (27/02/2012) menyinggung upaya pemerintah Inggris menguasai sektor minyak Somalia dan bahwa London sangat berharap mendapat bagian di sektor industri energi sebagai imbalan dari bantuan keamanusiaan dan keamanan.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, pekan lalu menggelar konferensi internasional soal Somalia dan mengharapkan bantuan dan upaya lebih besar dalam memberantas terorisme di Somalia.

Konferensi itu digelar setelah kunjungan mendadak Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, ke Mogadishu, ibukota Somalia. Dalam kunjungannya, Hague mengungkapkan terbukanya peluang baru rekonstruksi Somalia.

The Guardian juga menyinggung dialog yang sedang berlangsung antara para pejabat Inggris dan mitra mereka di Somalia soal sumber minyak di tenggara Somalia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut The Guardian, di saat Inggris saat ini sedang menerapkan politik penghematan menyusul krisis ekonomi, partisipasi London dalam industri minyak Somalia akan sangat bermanfaat bagi perekonomian Inggris. 

Menyinggung konferensi soal Somalia di London, The Guardian menilai pemerintah Inggris tengah menjalin “hubungan rahasia penuh resiko” dengan Somalia, karena sumber minyak negara itu.

Pengamat mengatakan, jauh dari fokus publik dari pertemuan puncak pekan lalu, pembicaraan yang terjadi di antara pejabat Inggris dan pihak Somalia membicarakan eksploitasi cadangan minyak yang telah dieksplorasi di wilayah timur laut Negara itu. Abdulkadir Abdi Hashi, Menteri Kerjasama Internasional Somalia di Puntland, mengatakan, Somalia utara-timur, di mana minyak pertama diharapkan akan bisa diambil bulan depan.

“Kami telah berunding dengan sejumlah pejabat tinggi Inggris menyangkut bantuan mereka di sektor manajemen sumber minyak. Mereka bersedia membantu memaksimalkan kapasitas pendapatan kami di sektor minyak,” tambah Abdulkadir Abdi Hashi.

Perdana Menteri Somalia Abdiweli Mohamad Ali mengatakan, pemerintah memiliki sedikit pilihan selain untuk menarik perusahaan-perusahaan Barat ke Somalia dengan menawarkan sumber daya alam negara itu, yang meliputi minyak, gas dan cadangan besar uranium.

“Satu-satunya cara kita dapat membayar [perusahaan Barat] dalam bentuk, kita membayar dengan sumber daya alam sebesar nilai pasar yang wajar.”

Inggris bukan satu-satunya negara yang ingin “menguasai” sumber daya alam yang luas di Somalia. Bulan terakhir ini, sebuah eksplorasi minyak mulai beraktivitas di Puntland oleh perusahaan Kanada, pengeboran pertama di Somalia selama 21 tahun. Hashi, yang menyegel transaksi minyak Afrika, mengatakan, minyak pertama diharapkan digali dalam 20 sampai 30 hari mendatang.

Somalia adalah negeri konflik, di mana kemiskinan paling buruk sedang melanda. Komite Unit Bencana Inggris DEC pernah mengatakan, distribusi bantuan ke Somalia merupakan paling sulit di dunia. Sebab, keamanan di negara yang tidak memiliki pemerintah nasional selama 20 tahun.

Barat, termasuk Inggris salah satu di antara negeri yang paling nyaring “memerangi” terorisme. Menteri Andrew Mitchell, pernah mengatakan, Somalia sarang terorisme dan “ancaman yang sangat langsung bagi keamanan Inggris.”

Namun di sisi lain, Inggris memamerkan wajah iba,  dengan mengumumkan tawaran paket bantuan,  di negeri yang dilanda kekeringan di daerah Tanduk Afrika ini. Hanya saja, sayangnya, tawaran ini ada pamrih minyak.

Seperti diketahui, Somalia dikenal memiliki minyak dan cadangan gas dan beberapa sumber daya alam melimpah, termasuk uranium, besi dan seng.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisislamMedia Islamminyakold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konvoi Kemanusiaan Eropa Tiba di Gaza
Tulisan selanjutnya Kasasi Ditolak, Ustad Abu Dihukum 15 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?