Hidayatullah.com–Anggota Komite Urusan Arab di Parlemen Mesir, Selasa (6/3), menolak kunjungan mereka ke Jalur Gaza pada minggu depan tanpa membawa solusi atas krisis energi di Gaza. Solusi tersebut diibaratkan sebagai hadiah bagi warga Gaza. Demikian dilansir Ikhwanonline.
Wakil Komite, Dr. Khaled Hanafi mengatakan, “Hanya 600 ribu liter solar saja yang dibutuhkan untuk mengorasikan pembangkit listrik (di Gaza) setiap harinya.”
“Jumlah tersebut sangat kecil bagi Mesir, namun cukup untuk Gaza. Kita bahkan dapat membantu mereka untuk memasukkan sejumlah mobil berbahan bakar solar untuk mengoperasikan pabrik lebih lama lagi,” tambah Hanafi.
Hanafi juga menambahkan bahwa pemerintah Palestina di Gaza telah berjanji akan menyediakan diesel untuk solar yang akan mereka terima.
Dia juga mengatakan, “Listrik Mesir yang masuk ke Gaza hanya 2% saja dari kebutuhan mereka.”
Jalur Gaza membutuhkan listrik sebesar 300 megawatt, sedangkan Mesir hanya memberi sebesar 17 megawatt.*