Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rekaman Menunjukkan Pemberontak Hautsi Merencanakan Pembunuhan Brigjen Hameed Al-Qushaibi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Juni 2016 05:35 5:35 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Juni 2016 05:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pembunuhan seorang pejabat militer terkemuka Yaman oleh pemberontak Syiah Hautsi diperintahkan oleh komandan tinggi kelompok bersenjata itu, demikian menurut sebuah rekaman audio yang baru-baru ini diperoleh Aljazeera.

Brigjen Hameed Al-Qushaibi, yang memimpin Brigade 310 tentara Yaman, ditangkap pada bulan Juli 2014 dan ditembak mati oleh kelompok bersenjata Hautsi di Amran, sebuah kota terletak sekitar 50 kilometer arah utara dari Sanaa.

Rekaman itu berisi percakapan telepon yang diyakini dilakukan oleh beberapa petinggi militer berpengaruh Hautsi (Houthi), termasuk komandan lapangan Youssef Al-Madani dan komandan militer Abu Ali Al-Hakim.

Baik Madani dan Hakim dikabarkan tewas dalam serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman tahun 2015, lapor Aljazeera Rabu (29/6/2016).

Dalam pembicaraan telepon itu terungkap bahwa pemberontak Hautsi menganggap pembunuhan Qushaibi sebagai balas dendam atas pembunuhan pendiri kelompok bersenjata Syiah itu pada tahun 2004, Hussein Badreddin Al-Hautsi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam satu percakapan, yang sepertinya dilakukan antara komandan Hautsi Abdullah Al-Hasani dan Madani, Al-Hasani menginformasikan bahwa pasukannya telah membunuh Qushaibi.

Madani bertanya kepada Hasani apakah pria yang mereka bunuh itu benar-benar Qushaibi. Hasani menanggapinya dengan perkataan, “Kami sudah mencincangnya.”

Menjelaskan bahwa mereka juga menembak mati beberapa anak buah Qushaibi, Hasani menambahkan, “Saya tahu dia.”

Pembicaraan itu menunjukkan bahwa para pemimpin Hautsi memutuskan untuk menutup-nutupi kebenaran tentang siapa yang membunuh jenderal Yaman tersebut. Mereka bahkan berencana mengatakan bahwa Qushaibi melakukan bunuh diri.

Serangan udara yang dilancarkan koalisi negara-negara Arab bulan Maret 2015 berhasil memukul mundur pasukan pemberontak Syiah itu. Namun, mereka masih menguasai ibukota dan banyak wilayah Yaman.

Hautsi, yang mengklaim membela kepentingan komunitas warga Syiah Zaidi yang teraniaya, mengatakan mereka melakukan perlawan untuk membela diri sebab mereka dimarjinalkan.

Sekitar 9.000 orang telah tewas di Yaman sejak intervensi dimulai, kebanyakan warga sipil, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa. Peperangan dengan Hautsi itu juga telah menyebabkan 2,8 juta orang harus meninggalkan rumah-rumah mereka.

Sedikitnya 14 juta warga Yaman, lebih dari setengah populasi, membutuhkan bantuan pangan darurat guna mencegah terjadinya kelaparan di hampir separuh dari 22 provinsi yang ada. Demikian menurut laporan PBB dan pemerintah Yaman baru-baru ini. Menurut Unicef, diperkirakan 320.000 anak terancam nyawanya karena kekurangan gizi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Hari Turki-Israel Rujuk, Petani dan Nelayan Gaza Ditembaki Tentara Zionis
Tulisan selanjutnya Bos Pentagon dan Menhan Turki Bahas Serangan Bom Istanbul

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?