Hidayatullah.com–Sejak hari Sabtu 10 Maret 2012 kemarinKonferensi Perempuan Internasional bersejarah tengah berlangsung di Tunisia. Konferensi yang dihadiri oleh para aktivis dakwah Islam, perempuan politisi dan tokoh-tokoh perempuan terkemuka dari berbagai Negara berlangsung meriah.
Muslimah Hizbut Tahrir (MHTI) sebagai penggagas dan penyelenggara Konferensi ini mengangkat tema: “Khilafah: Model Cemerlang Bagi Hak-hak Perempuan dan Peran Politiknya”.
Di tengah kondisi dimana perempuan belum sepenuhnya mendapatkan hak-haknya, bahkan penindasan dan eksploitasi terhadap perempuan dalam berbagai bentuknya semakin memprihatinkan, Muslimah Hizbut Tahrir menawarkan solusi sistem yang komprehensif yang dapat menjamin dan melindungi pemenuhan hak-hak perempuan secara sempurna sekaligus memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif dalam membangun peradaban dunia yang gemilang.
Panitia konferensi, Nisrina, aktivis Hizbut Tahrir Tunisia menyampaikan hingga jumat siang 9 Maret 2012 sudah ada 800 peserta yang konfirmasi hadir di konferensi. Bahkan, diprediksi yang akan hadir lebih dari 1000 peserta dengan melihat antusiasme kalangan perempuan terhadap konferensi dan tema yang diangkat. Sangat mungkin, Konferensi yang bertempat di Hotel La Palace Gammareth tidak bisa menampung jumlah peserta yang membludak.
Juru bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Iffah ‘Ainur Rochmah yang menghadiri Konferensi ini mengungkapkan bahwa betapa besar kegalauan kaum perempuan di Tunisia dan dunia Arab pasca revolusi Arab (Arab Spring). Kaum perempuan sedang membutuhkan solusi untuk problem mereka. Mereka menghadapi situasi kompleks antara keinginan berkiprah lebih besar di tengah masyarakat, berkontribusi pada penyelesaian problem kemiskinan tanpa kehilangan jatidiri, di tengah sangat derasnya gempuran pemikiran Barat melalui ide persamaan derajat dan gender equality.
Harian di kawasan teluk ‘ el Ittihaad’ (9/3/2012), misalnya menggambarkan bagaimana peran perempuan di sektor-sektor publik semakin dominan, namun menyeruak kekhawatiran akan bergesernya peran keibuan dan perhatian utuh terhadap tanggung jawab kaum perempuan terhadap pendidikan generasi dalam keluarga. Kolom-kolom artikel dan iklan full pages bertepatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret dibuat untuk mengingatkan kaum perempuan terhadap perannya dan posisi mulianya dalam keluarga, yaitu sebagai isteri dan ibu.
Begitu besar harapan bahwa hasil Konferensi Perempuan Internasional hari ini akan memberikan jawaban atas kegalauan kaum perempuan atas perannya dan memberi gambaran solusi terhadap problema dan hak-hak yang didambakan kaum perempuan tak hanya di dunia Arab, namun bagi kaum perempuan di seluruh dunia.
Konferensi diawali dengan agenda Press Conference oleh Anggota Central Media Hizbut Tahrir, Nazreen Nawas, Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Iffah Ainur Rochmah dan Ketua panitia Konferensi Nisrina. Media dari berbagai tempat diundang untuk meliput jalannya acara dan menyiarkan acara bersejarah ini.*/Iffah Ainur Rochmah, La Palace Hotel Gammareth Tunis, Tunisia