Hidayatullah.com—Utusan Covid Uni Afrika mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh pabrik di Afrika Selatan tidak akan lagi diekspor ke Eropa.
Hal itu diputuskan setelah ada intervensi dari pemerintah Afrika Selatan untuk menyimpan dan mendistribusikan vaksin yang dihasilkan di Afrika.
Strive Masiyiwa mengatakan kepada wartawan bahwa produsen obat Afrika Selatan Aspen, yang memiliki kontrak dengan Johnson & Johnson untuk memproduksi bahan-bahan vaksinnya, tidak akan lagi mengirimkan vaksin yang diproduksimya ke luar benua dan jutaan dosis yang ditimbun di Eropa akan dikembalikan ke benua itu.
“Kesepakatan itu telah dihentikan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa vaksin buatan J&J yang diproduksi di Afrika Selatan akan tetap di Afrika dan akan disebar ke seluruh penjuru benua Afrika.
Kesepakatan Aspen dengan J&J yang diperbarui itu mengubah dari kesepakatan kontrak menjadi “a licensed arrangement”, sama seperti vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh Serum Institute of India, lansir The Guardian Rabu (20/1/2021).
Johnson & Johnson dihujani kritik karena mengapalkan vaksin Covid-19 ke negara-negara Eropa, yang sudah memvaksinasi sebagian besar rakyatnya dan menyumbangkan vaksinnya ke luar negeri.*




