Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Korban Sipil Semenjak Kahadiran Pasukan Asing di Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Maret 2012 11:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kasus penembakan 16 warga sipil oleh tentara Amerika di Afghanistan mengingatkan invasi besar-besaran pasukan asing di bawah pimpinan Amerika Serikat (AS) di negeri itu.

Pada 7 Oktober 2001, persis sebulan setelah serangan 11 September itu, pesawat-pesawat AS menjatuhkan puluhan rudal jelajah dan bom-bom yang dikendalikan laser ke sasaran-sasaran strategis di Kabul dan kota-kota lain Afghanistan.

Serangan itu diikuti dengan satu operasi di darat yang mengalahkan pejuang Taliban hanya dalam beberapa pekan. Taliban kemudian melarikan diri ke tempat-tempat persembunyian di Afghanistan dan Pakistan selama beberapa tahun tidak melakukan aktivitas, akibat invasi pasukan pimpinan AS itu.

Semenjak kehadiran pasukan asing, ada sekitar 140.000 tentara internasional di Afghanistan, sebagian besar dari mereka berasal dari Amerika Serikat, memerangi pejuang Taliban yang dimulai setelah mereka digulingkan dari kekuasaan oleh invasi asing pimpinan AS pada 2001.

Pasca hadirnya pasukan asing di Afghanistas, kehidupan warga sipil praktis terganggu. Bom bunuh diri, serangan warga sipil, penembakan warga bahkan pelecehan terhadap simbol-simbol agama oleh pasukan asing. Korban-korban terus berjatun meski serangan pasukan multi nasional melewati masa 10 tahun lebih.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun 2010

Januari 2010, warga di Afghanistan marah dan turun ke jalan akibat seorang penduduk tewas atas serangan tentara Afghanistan dan NATO.

ISAF menyatakan, telah menewaskan empat pejuang, termasuk seorang laki-laki berusia 15 tahun dalam gerakan di daerah Qarabagh di propinsi Ghazni.

Tahun 2011

Bulan April: Protes Afghanistan terhadap pemusnahan kitab suci umat Islam telah berujung mematikan. Sekitar 20 orang tewas dalam beberapa hari aksi protes di seluruh Afghanistan setelah pendeta Amerika Terry Jones membakar sebuah al-Quran di gerejanya di Florida.

Bulan Mei: Pasukan asing yang dipimpin Amerika Serikat kembali menembak mati warga sipil Afghanistan dalam operasi militer yang dilakukan Rabu lewat tengah malam.  Seorang pria dan seorang perempuan wanita tak bersenjata di Surkh Rud, Nangarhar, tewas di tangan pasukan International Security Assistance Force (ISAF), Rabu, (13/05/2011) kala itu.

Keesokan harinya, Kamis (12/05/2011) ISAF mengeluarkan pernyataan resmi yang menjelaskan kronologi kejadian menurut versi mereka.

Ketika pasukan tiba di tempat yang diduga menjadi tempat persembunyian seorang pemimpin Taliban, tentara menyuruh penghuni rumah untuk keluar secara damai, tulis ISAF dalam pernyataannya.

“Seorang pria mengancam petugas keamanan (anggota ISAF) dengan sebuah pistol. Pasukan keamanan membela diri, membunuh pria itu. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, diketahui bahwa ia bekerja untuk Polisi Nasional Afghanistan,” dalih ISAF.

Setelah penembakan itu, ketahuan jika ISAF salah sasaran.

“Pasukan keliru mengidentifikasi apa yang mereka kira sebagai senjata yang dibawa oleh orang itu, lalu menembaknya. Belakangan diketahui bahwa orang itu adalah seorang wanita dewasa Afghanistan yang tidak bersenjata,” kata ISAF.

Tidak sekali ini pasukan asing selalu menggunakan dalih bahwa target sipil yang mereka tembak mati diduga membawa senjata dan akan melakukan perlawanan.

Seorang jurubicara dari provinsi setempat Ahmadzia Abdulzai mengatakan, pasukan asing tiba di tempat kejadian dengan helikopter pada tengah malam, membunuh seorang detektif polisi Afghanistan di rumahnya.

Bulan November: Satu serangan udara yang dilakukan tentara NATO telah menewaskan 27 pejuang di Afghanistan Timur. Serangan itu terjadi di provinsi Nangarhar, dekat perbatasan dengan Pakistan tempat pejuang memiliki persembunyian dan banyak dari pertempuran perang 10-tahun paling berdarah berlangsung di tempat itu.

Pekan sebelumnya, 70 pejuang Taliban tewas setelah mencoba untuk menyerang pos pasukan ISAF di provinsi timur Paktika, kata para perwira Afghanistan dan ISAF.

Tahun 2012

Belasan orang tewas akibat dari dampak pembakaran al-Quran tentara Amerika Serikat (AS) di Afghanistan pada bulan Pebruari 2012. Yang terakhir, 16 warga Afghanistan yang kebanyakan wanita dan anak-anak tewas oleh serangan seorang prajurit Amerika Serikat  di dalam rumah di Kandahar, Ahad (12/03/2012).

Terus Bertambah

Untuk menyerang Agfhanistan, Amerika mengajak keikutsertaaan negara-negara NATO seperti; Britania Raya, Prancis, Belanda, dan Australia.  Serangan Amerika bertajuk “Operasi Kebebasan Abadi” (Operation Enduring Freedom) semenjak tahun 2001 sampai sekarang yang dimulai pada Oktober 2001 itu bertujuan menggulingkan kekuasaan Taliban, yang dituduh melindungi al-Qaidah, serta menangkap Usama bin Ladin. Faktanya, Usamah, tokoh yang menjadi alasan Amerika menyerang Afghanistan, justru tinggal di Pakistan dan korban terbesar kampanye Amerika di Afghanistan ini  justru warga sipil. 

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan, dalam lima tahun terakhir berturut-turut semenjak serangan awal, jumlah warga sipil Afghanistan yang tewas dan terluka terus meningkat.

Misi bantuan PBB di Afghanistan UNAMA menyebutkan bahwa 3.021 warga sipil tewas selama tahun 2011. Angka itu lebih tinggi dari tahun 2010 yang mencapai 2.790 dan tahun 2009 sebanyak 2.412 jiwa.

“Di balik angka-angka ini, jelas warga Afghanistan sangat menderita dan sangat dirugikan. Ini adalah kewajiban kita semua untuk menghentikan ini semua, sekaligus mencegahnya,” kata Komisaris Tinggi HAM PBB Navi Pillay dikutip BBC (04/02/2012).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Media IslamNATOold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Indonesia Tanpa JIL”, What’s Next?
Tulisan selanjutnya Zionis-Israel Lepaskan Roket Berisi Racun Mematikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?