Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Trauma Bukan Alasan Boleh Membantai Warga Sipil

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Maret 2012 14:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdebatan terus berlangsung di Amerika Serikat, pada hari Sabtu (24/03/2012), tentang di mana prajurit AS pembantai 17 warga sipil Afghanistan seharusnya diperkarakan, lansir Euronews.

Robert Bales ditahan di penjara militer Fort Leavenworth di Kansas. Hari Jumat lalu telah ditetapkan sebagai terdakwa pelaku pembunuhan berencana belasan warga Afghanistan. Di samping itu ia juga didakwa melakukan serangan dan berusaha membunuh enam warga sipil Afghanistan lainnya.

Para pejabat AS mengatakan, Bales akan disidang di Amerika.

Namun, warga AS ada yang berpendapat Bales seharusnya diadili di Afghanistan

“Menurut saya, karena ia melakukan kejahatan itu di Afghanistan, maka ia harus diadili di Afghanistan, sehingga dia dapat dihadapkan pada para korban kejahatannya dan juga para saksi dalam peristiwa itu,” kata Kate Kelly, seorang penduduk Washington.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Media-media Amerika, lansir Euronews, melaporkan bahwa pengacara Bales berupaya membuat kesan bahwa kliennya mengalami gangguan kesehatan mental, khususnya karena trauma akibat tugas di medan perang.

Owen Sczerba, seorang warga penduduk Washington lainnya mengatakan, “Menurut pendapat saya, keadaan mentalnya tidak bisa dijadikan alasan untuk bebas dari penjara. Keadaan mentalnya itu tidak (berarti) memberikannya hak untuk membunuh warga sipil dan orang-orang yang tidak ada kaitannya dengan perang ini.”

Para pejabat di Kabul yakin pelaku pembantai belasan warga desa di Provinsi Kandahar itu lebih dari satu orang dan menuntut agar semua pelakunya diadili.

“Kami tidak melakukan ini demi uang. Kami ingin agar orang-orang ini diadili. Mereka mengklaim bahwa hanya satu orang yang melakukannya. Jika demikian, maka mereka harus membuktikan hal itu. Dan apa yang mereka katakan bahwa orang ini sakit, klaim itu salah,” kata Wazir Khan, yang kehilangan 11 anggota keluarganya dalam pembantaian itu.

Afghanistan juga meminta penjelasan atas para korban yang mayatnya dibakar oleh pelaku.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebar Propaganda di Tengah Diskusi Syiah
Tulisan selanjutnya Lemari Besi Diduga Milik Yassir Arafat Ditemukan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Berita
21 Juli 2026 08:51
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?