Hidayatullah.com—Menurut penyanyi reggae asal Jamaika, Sizzla, kaum homoseksual itu harus dibakar, dipanggang dan dihanguskan.
Grup artis Jamaika tersebut pekan ini akan manggung di Amsterdam, Rotterdam, dan Groningen. Tentu saja komentar itu membuat berang warga Belanda yang selama ini dikenal mendukung kaum pecinta sesama jenis itu.
Organisasi yang melindungi homo COC ingin agar pertunjukannya di Belanda dibatalkan. COC menyatakan artis tersebut menyerukan kekerasan terhadap homo. “Tak ada tempat buat artis itu di negara kita,”ujar Vera Bergkamp, ketua COC Belanda.
“Kami mendesak agar panitia penyelenggara membatalkan konser anti homo itu,” ujarnya, sebagaimana dikutip Radio Nederland (30/03/2012).
“Sizzla menimbulkan pertentangan”, kata redaktur Radio Nedereland, Patrick Dorder.
Kemarahan para pecinta penderita kelainan orientasi seksual itu tidak hanya muncul di Belanda. Pecinta homo di Swedia mendesak konser Sizzla di negaranya dibatalkan.
Sedangkan di Spanyol ada 27 ribu orang menandatangani petisi online menentang pertujukannya pada bulan April mendatang. “Jika anda punya nama buruk, maka anda terus terang bakal diamati.”
Sebelumnya, artis asal Jamaika itu berjanji tidak membawakan lagu-lagu menyulut kebencian jika menggelar tur di Eropa.
Namun COC menganggap janji itu tak serius dan menunjuk janji sebelumnya yang selalu dilanggar oleh Sizzla.
Menurut Patrick Dorder, setelah manggung di Inggris, Sizzla pernah diharuskan menandatangani perjanjian yang isinya tidak menyanyikan lagu-lagu menyulut kebencian lagi. Namun, setelah ia menulis Nah Apologize, Sizzla tak meminta maaf untuk lirik lagu anti homo itu.
Konser Sizzla akan tetap berlangsung. Namun para petugas di Melkweg, Amsterdam, akan lebih memperhatikan apakah ia menyanyikan lagu-lagu anti homo, meskipun mereka mungkin juga tidak mengerti artinya, sebab lagu-lagunya berbahasa Jamaika, Patois, bahasa Creol yang berasal dari bahasa Inggris.
Sizzla bukan penyanyi reggae satu-satunya yang anti homoseksual. Dua tahun lalu, penyanyi Jamaika Beenie Man batal tampil di Parkpop yang digelar di Den Haag karena sikapnya yang tidak menyukai pecinta sesama jenis.*