Hidayatullah.com—Ledakan di distrik komersial pada siang hari Sabtu (31/03/2012) di wilayah Muslim, Yala, telah membunuh sedikitnya lima orang.
Associated Press mengatakan jumlah korban tewas akibat bom sedikitnya lima orang, dengan lebih dari 50 orang korban luka. Sedangakan AFP yang mengutip keterangan seorang kolonel tentara menyebutkan, tujuh orang tewas dan lebih dari 70 lainnya luka-luka.
Menurut Gubernur Yala Dethrat Simsiri, bom yang meledak berasal dari dua bom yang disembunyikan di sepeda motor dan satu bom di sebuah mobil.
“Ada tiga bom yang meledak, dan yang pertama adalah bom mobil dan kedua serta ketiga disembunyikan di sepeda motor,” kata Kolonel Pramote Promin kepada AFP.
Promin mengatakan, sejumlah toko mengalami kebakaran dan beberapa kendaraan rusak akibat ledakan tersebut.
Polisi Thailand mengatakan kepada AFP, seorang polisi juga terluka dalam sebuah serangan sepeda motor di Mae Lan di Provinsi Pattani.
Tiga provinsi Narathiwat, Yala and Pattani dicaplok oleh Kerajaan Thailand, yang menganut Budha, pada tahun pada tahun 1902. Ketiga wilayah itu asalnya merupakan wilayah otonom Kerajaan Melayu dengan penduduk sebagian besar beragama Islam.
Warga Muslim di wilayah selatan tersebut kerap mendapatka perlakuan diskriminatif dan keras dari pemerintah Thailand.*