Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Marinir AS Bersaksi Dicabuli Pendeta Katolik

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 6 April 2012 07:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang mantan anggota marinir Amerika Serikat menangis saat bersaksi di pengadilan hari Rabu (04/04/2012), mengingat peristiwa pencabulan atas dirinya yang dilakukan oleh teman keluarganya yang juga seorang pendeta Katolik.

Sebagaimana dilansir Reuters, mantan anggota marinir itu mengatakan, pendeta James Brennan, 50, mencabulinya di apartemen rohaniwan tersebut di pinggiran West Chester, Pennsylvania, pada tahun 1996 saat ia berusia 14 tahun.

Brennan dituntut dengan dakwaan percobaan perkosaan.

Ikut duduk di kursi pesakitan adalah monsingor William Lynn, mantan sekretaris kependetaan. Ia dituduh membahayakan anak-anak dan konspirasi menutup-nutupi perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh para pendeta Katolik, di mana kebanyakan para pelaku dipindahtugaskan ke paroki lain untuk menghilangkan jejak kejahatannya.

Saksi, yang mengaku baru beberapa hari keluar dari panti rehabilitasi mental dan menjadi pecandu narkoba dan alkohol selama bertahun-tahun, mengatakan bahwa Brennan adalah teman keluarganya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dia seperti paman bagi saya,” kata saksi yang sekarang berusia 30 tahun.

Menurut pengamat, kasus tersebut membuat Keuskupan Philadelphia, terbesar keenam di AS dengan 1,5 juta jemaat, mendapat sorotan. Dan seharusnya, perkara ini mendapat perhatian dari Vatikan, sebab menyeret Lynn sebagai pejabat dengan pangkat tertinggi di gereja Katolik Amerika Serikat yang diadili untuk kasus pencabulan.

Saksi, yang sengaja tidak disebutkan namanya oleh Reuters karena ia korban kejahatan seksual, menceritakan bahwa pencabulan itu terjadi saat ia bermalam di apartemen Brennan. Itu adalah kali pertama mereka berduaan saja tanpa kehadiran keluarga. Rencananya mereka akan bermain golf keesokan harinya.

Di apartemen itu saksi ingat makan sereal dan membentuk gambar penis dari kepingan sereal yang ada.

Brennan yang melihat hal itu berkata, “Jika kamu mau menghentikannya, hentikan sekarang.” Keduanya lantas mengunjungi ruang chatting seks dan pornografi lewat komputer Brennan.

“Dia siap untuk masturbasi di hadapan saya,” katanya. “Saya katakan padanya bahwa saya tidak ingin melakukan itu. Saya bilang padanya saya tidak enak badan dan ingin tidur.”

Mereka lantas tidur di tempat tidur yang sama, tempat di mana Brennan mencabuli saksi.

“Saya ketakutan,” katanya. “Saya pikir dia mau membunuh saya atau melakukan hal lainnya. Saya tidak tahu, saya waktu itu masih kecil.”

Ia mengatakan, sepanjang malam itu dirinya berdoa pada Tuhan agar dibuat tertidur.

Keesokan paginya, saksi mendapati dirinya berdarah.

Saat bertemu ibunya, saksi berkata, “Bu, sepertinya Jim mencabuli saya tadi malam.”

Beberapa tahun kemudian saksi mendapat hukuman kerja sosial karena suatu kejahatan. Dia lantas menjalani hukumannya di gereja tempat Brennan bertugas. Saat ia akan mengambil mesin pemotong rumput, dia melihat Brennan, yang bersembunyi di suatu tempat, melakukan onani. Saksi kemudian lari ketakutan. Tidak ada kontak di antara mereka berdua ketika itu.

Saat ditanya mengapa saksi memilih untuk menjalani hukuman kerja sosialnya di tempat Brennan bertugas, ia menjawab bahwa orangtuanya yakin bahwa dirinya salah menilai Brennan dan pencabulan itu tidak akan terjadi lagi.*

Keterangan foto: Terdakwa kasus pencabulan bocah oleh mantan pendeta Katolik di Amerika Serikat, James Brennan, saat keluar dari gedung pengadilan Philadelphia untuk istirahat makan siang (26/03/2012).[Tim Shaffer/Reuters]

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:katolikold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebijakan Kemdikbud Tetap Diikuti Perguruan Tinggi Islam
Tulisan selanjutnya Antara Kecantikan, Sahwat dan Minimnya Prestasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?