Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Orangtua Inggris Berhutang untuk Titip Anak

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Juni 2012 11:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hasil survei di Inggris menunjukkan banyak orangtua kesulitan membayar tingginya biaya penitipan anak, sehingga memaksa sebagian orangtua berhenti bekerja.

Dilansir oleh London Evening Standard (26/6/2012), lebih dari sepertiga orangtua mempertimbangkan untuk berhenti bekerja, karena mereka sulit membayar ongkos perawatan anak.

Sekitar 1 dari 8 orang (12%) bahkan sudah benar-benar meninggalkan pekerjaannya. Sedangkan 1 dari 5 orang menolak tawaran kerja karena tingginya ongkos pemeliharaan anak mereka. Demikian menurut hasil survei oleh Mumsnet dan Daycare Trust.

Hasil survei itu juga mengungkap bahwa para orangtua terpaksa berhutang agar dapat menggunakan jasa penitipan anak saat mereka bekerja. Sekitar 14% dari mereka meminjam uang teman, keluarga atau membayar biayanya lewat kartu kredit.

Survei yang menanyai sekitar 1.000 orangtua itu menunjukkan, satu dari lima (21%) orang harus membayar biaya penitipan anak yang besarnya melebihi biaya sewa atau cicilan rumah mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para orangtua itu juga menilai pemerintah kurang berbuat untuk mengatasi tingginya biaya perawatan anak yang harus mereka tanggung.

Lebih dari tiga perempat (77%) mengatakan, pemerintah tidak membantu mereka agar dapat mengatasi biaya pemeliharaan anak. Sementara kurang dari separuh (47%) responden menilai pihak majikan mereka seharusnya ikut menyumbang biaya tersebut..

“Angka saat ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari tingginya biaya pemeliharaan anak. Sebagai sebuah negara, kita menghabiskan dana yang jauh lebih besar untuk memelihara anak dibandingkan sebagian besar negara Eropa Barat. Belum lagi banyak orangtua yang tidak bisa bekerja, karena ongkos pemeliharaan anak ini menjadikannya tidak ekonomis,” papar Justine Roberts, kepala eksekutif dan salah satu pendiri Mumsnet.

Menurut laporan Daycare Trust terbaru, rata-rata per tahun ongkos penitipan anak paruh waktu untuk bayi usia di bawah dua tahun mencapai 5.000 pound, di mana ongkos itu 3 kali lebih tinggi di London.

Komisi urusan pemeliharaan anak yang baru dibentuk Perdana Menteri Inggris David Cameron, berusaha menurunkan ongkos pemeliharaan anak dan menyediakan lebih banyak tempat penitipan anak di negara monarki itu. Komisi baru tersebut dipimpin oleh Menteri Anak Sarah Teather bersama Menteri Pekerjaan dan Pensiun Maria Miller.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakbiayainggrisold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 30 Tentara Suriah Membelot ke Turki
Tulisan selanjutnya Pesatnya Pertumbuhan Perbankan Syariah Diharapkan Dorong Riset

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?