Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Raja Yordania Ajak Islamis Ikut Pemilu

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Juli 2012 08:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Raja Yodania Abdullah II hari Ahad (1/7/2012) menyeru agar partai-partai oposisi, termasuk dari kelompok Islam, ikut serta dalam pemilihan umum akhir tahun ini, menyusul adanya ancaman boikot.

Hal itu dikemukakan Raja Abdullah II dalam wawancaranya dengan stasiun televisi pemerintah selama 30 menit.

“Semua partai, termasuk Front Aksi Islam (FAI), merupakan komponen dari masyarakat Yordania. Bagaimanapun, pintu-pintu dan hati kami terbuka untuk semua orang, termasuk Al Ikhwan Al Muslimun dan partai mereka FAI,” kata raja Yordania itu, sebagaimana dikutip AFP.

“Oleh karena itu, kami menyeru kepada semua kelompok untuk ambil bagian dalam proses reformasi ini dan berpartisipasi dalam pemilihan umum legislatif,” imbuhnya.

Kelompok Islam dan partai oposisi lainnya mengatakan bahwa mereka akan memboikot pemilu akhir tahun ini, terkait undang-undang pemilu yang kontroversial.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Undang-undang itu memberi hak suara kepada pemilih untuk memasukkan dua surat suara; satu untuk kandidat individu di wilayah tempat tinggalnya dan satu untuk partai atau koalisi di tingkat nasional. Namun, hanya 17 kursi yang bisa diperebutkan oleh calon partai atau koalisi di tingkat nasional.

Pada hari Kamis lalu, raja memerintahkan agar undang-undang pemilu diamandemen.

Kelompok Islam dan warga Yordania lainnya melakukan aksi protes setiap pekan sejak tahun lalu, guna menuntut adanya reformasi yang memungkinkan diterapkannya sistem parlementer, di mana perdana menteri dapat dipilih dan bukan ditunjuk oleh raja.

“Kurangnya kepercayaan terhadap kemampuan institusi-institusi pemerintah dalam memperhatikan kepentingan publik dan memenuhi kebutuhan rakyat, serta tuntutan kebutuhan dasar,” merupakan alasan dilakukannya demonstrasi pro-reformasi, kata Abdullah II tentang aksi unjuk rasa di negaranya.

Menurut Raja Abdullah II, pada kenyataannya rakyat memang mengalami kesulitan akibat harga-harga barang yang tinggi, kemiskinan, pengangguran, serta perbedaan distribusi perdapatan antara satu gubernuran dengan lainnya.

Raja Abdullah II menegaskan bahwa ia mendukung penuh tuntutan rakyat, karena tuntutan mereka merupakan kepentingan negara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menuju Keluarga Muslim Ideologis
Tulisan selanjutnya Perlawanan Soegija terhadap Jepang Dinilai Bukanlah Hal Heroik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?