Hidayatullah.com—Para tokoh Kristen Koptik Mesir (Qibthy) menolak bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, dengan mengatakan bahwa Menlu AS itu menganggap ada pembagian sektarian dengan memilih untuk bertemu kelompok Al Ikhwan dan Salafi terlebih dahulu sebelum meminta bertemu kelompok Koptik.
Individu yang menolak bertemu dengan Clinton itu termasuk di antaranya taipan Mesir Naguib Sawiris, aktivis politik Michael Mounir, mantan anggota parlemen Georgette Qiliny dan mantan anggota parlemen Emad Gad.
Sebuah pernyataan dari kelompok Koptik yang dirilis hari Ahad (15/7/2012) mengatakan bahwa sejak Revolusi 25 Januari, Clinton dan pejabat AS lainnya bertemu dengan kelompok politik Islam, dan mengecualikan kelompok politik lainnya saat berkunjung ke Mesir
Dalam pernyataan itu Koptik Mesir mengklaim bahwa pemerintah AS telah menunjukkan dukungan mereka terhadap kelompok islamis dan tidak kepada kekuatan politik dan sipil lainnya. Demikian lapor Egypt Independet.*