Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mesir “Khawatir” Janggut Perdana Menteri

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Juli 2012 04:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah menjadi sorotan publik karena tiba-tiba naik menjadi perdana menteri, padahal banyak tokoh lain di Mesir yang lebih populer dan dianggap mampu, Hisham Qandil kini menjadi sorotan karena rambut-rambut yang tumbuh di dagunya.

Sebagian kalangan menilai, janggut yang dipelihara Qandil merupakan identifikasi ideologinya.

Mereka meyakini Presiden Mursi, yang berjanji akan merangkul semua kelompok dalam pemerintahannya, memilih Qandil karena ideologinya itu tercermin pada janggutnya. Meskipun, Mesir memiliki tokoh-tokoh politik yang dipercaya lebih mampu menjadi perdana menteri, seperti penerima Nobel Mohamed ElBaradei dan tokoh politik Ahmed Zewail.

“Hanya di Mesir, memiliki janggut lebih baik daripada memenangi Nobel,” kata Hamdy Ibrahim di Twitter, menyindir keputusan Mursy seperti dikutip BBC (26/7/2012).

Sementara Ahmed Sarhan, juru kampanye Ahmad Shafik bekas orang dekat Husni Mubarak, menulis, “Pelajaran yang dipetik: tumbuhkan janggut!” Seakan ingin mengatakan bahwa jika ingin menjabat dalam pemerintahan pimpinan tokoh politik Islam, maka caranya mudah saja yaitu asal memiliki janggut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gamal Fahmy, seorang wartawan liberal dan aktivis politik mengatakan debat publik di situs media sosial sangat mencerahkan. “Ikhwanul Muslimin berhasil memuaskan Amerika dan Barat tetapi mereka gagal memuaskan rakyat Mesir,” katanya kepada BBC. “Rakyat Mesir takut mengislamkan negara mereka.”

Sebagaimana diketahui, memelihara janggut dalam Islam diyakini sebagai kewajiban oleh sebagian kalangan. Dan secara umum publik menilai orang yang berjanggut lebih “kuat memegang” ajaran agamanya dibanding mereka yang tidak berjanggut. Seperti halnya kerudung pada wanita Muslim.

Qandil ditunjuk pertama kali menjadi menteri pengairan pada Juli 2011 dalam kabinet pimpinan Kamal Ganzouri di era Husni Mubarak. Ketika itu, dia juga menjadi pusat perhatian karena merupakan satu-satunya menteri yang memelihara janggut.

Saat itu banyak orang memandangnya sebagai simbol perubahan positif di Mesir, mengindikasikan bahwa Islamis tidak lagi diburu, tulis BBC.

Di Mesir yang sekuler, di mana rakyatnya trauma dengan kediktatoran Husni Mubarak dan lebih cenderung menginginkan kebebasan ala Barat, sementara kelompok-kelompok Islam banyak memenangi pemilihan umum menyusul Arab Spring, kemunculan janggut di jajaran pucuk pimpinan negara menjadi kekhawatiran tersendiri akan dominasi Islam atas mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Mesirold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hening Cipta untuk Atlet Israel di Olimpiade Ditolak
Tulisan selanjutnya Washington Konfirmasi Dua Dubes Suriah Membelot

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?