Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan PM Suriah: Solusi Konflik Hanya Dari Dalam Negeri

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 28 September 2012 15:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tidak ada solusi lain untuk mengakhiri konflik di Suriah, kecuali dengan perlawanan senjata oleh kelompok oposisi. Demikian kata bekas perdana menteri Suriah Riyad Hijab kepada Al Arabiya, Kamis (27/9/2012).

Hijab, perdana menteri yang membelot dari rezim Bashar Al Assad, memperkirakan misi utusan khusus PBB untuk Suriah lakhdar Brahimi akan bernasib sama seperti pendahulunya, Kofi Annan, yang gagal.

“Rezim itu hanya mengulur waktu dan saya mendengar itu dari Bashar [Al Assad],” kata Hijab dalam program acara mingguan Al Arabiya, ‘Studio Beirut’.

Menurutnya, rezim Suriah masih mampu bertahan hanya karena mendapatkan dukungan dari Rusia dan Iran. “Kedua negara itu yang membuat rezim itu bertahan hingga hari ini,” kata Hijab, seraya menambahkan bahwa rezim Assad sedang berada dalam tahap yang terburuk. Rezim Assad runtuh secara moral, material dan ekonomi.

Dalam pertempuran, kata Hijab, rezim Assad mengandalkan sepenuhnya pada kekuatan angkatan udara, sementara pasukan oposisi FSA mengandalkan serangan darat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saat saya bertemua Bashar Al Assad selama beberapa jam, saya menjelaskan dengan rinci apa yang terjadi di jalanan dan bahwa penggunaan tentara untuk menyelesaikan krisis Suriah adalah cara yang salah. Saya bicara padanya soal korupsi, reformasi dan dialog. Kami juga mendiskusikan pendekatan alternatif lain bagi pemerintah untuk menghentikan pertumpahan darah dan dia setuju dengan hal itu,” cerita Hijab.

Namun hijab kemudian sangat terkejut, karena di parlemen Assad mengatakan dalam pidatonya bahwa apa yang terjadi di Suriah merupakan peperangan.

“Saya sudah meminta Assad agat tidak masuk ke kota saya Deir Ezzor, tapi dia malah membomnya pada hari pembentukan formasi pemerintahan,” kata Hijab.

Menurut Hijab, saudara laki-laki Assad yang bernama Maher merupakan orang yang membuat keputusan, dan sepupunya Rami Makhlouf dan Hafez Makhlouf merupaka para pembantu Assad yang sangat berpengaruh.

Setelah terjadi pemboman atas rakyat yang tidak berdosa di mana-mana, Hijab menegaskan bahwa jalan keluar yang paling baik untuk menyelesaikan konflik adalah dengan dialog, tapi Assad menolaknya, terlebih setelah Aleppo sebagian besar dikuasai oleh pasukan FSA.

Pada wawancara terdahulu tidak lama setelah pembelotannya, Hijab mengatakan bahwa ia tidak tertarik untuk kembali mempimpin pemerintahan di Suriah. Namun, setelah diyakinkan oleh seorang rekannya bahwa peran Hijab mungkin akan membawa angin segar bagi Suriah, maka ia bersedia untuk tetap berkiprah dalam dunia politik Suriah.

“Saya tidak berusaha untuk membentuk sebuah dewan peralihan, melainkan ingin menpersatukan kelompok-kelompok oposisi yang berada di luar negeri. Kami berupaya membentuk sebuah dewan baru yang akan mencakup semua spektrum oposisi guna mewakili Suriah di forum-forum internasional dan mendapatkan legitimasi internasional,” jelas Hijab.

“Tidak ada sejarah bangsa-bangsa yang menderita seperti bangsa Suriah. Tidak ada pemimpim negara di dunia ini yang bertindak seperti Bashar. Saya tidak ragu bahwa Bashar akan menggunakan cara apapun setelah menggunakan berton-ton TNT untuk membunuh rakyatnya,” pungkas Hijab.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hijabkonflikold migratesuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 154 al-Qur’an di Perbatasan Baduy
Tulisan selanjutnya Harga Tawanan Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?